JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky mengungkap kerentanan pada pemindai barcode nirkabel yang berpotensi menjadi pintu masuk serangan siber ke jaringan operasional gudang. Celah tersebut dapat dimanfaatkan penyerang untuk menyuntikkan input ke komputer yang terhubung, bahkan berpotensi menjalankan kode dari jarak jauh tanpa interaksi pengguna.
Temuan tim Kaspersky Security Services ini berasal dari audit keamanan ekosistem digital pergudangan. Perangkat pemindai barcode yang digunakan secara luas di sektor logistik, pergudangan, dan ritel menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan dalam pengamanan infrastruktur teknologi operasional (OT).
Dalam konfigurasi umum, pemindai barcode portabel berkomunikasi dengan stasiun pangkalan (base station), yang kemudian terhubung ke komputer atau sistem bisnis lainnya. Menurut Kaspersky, kelemahan utama yang ditemukan adalah tidak adanya mekanisme autentikasi antara pemindai dan stasiun pangkalan.
Penyerang yang berada dalam jangkauan dapat memanfaatkan koneksi nirkabel untuk mengirimkan input berbahaya. Dalam skenario yang diungkap, pelaku terlebih dahulu memperoleh alamat Bluetooth stasiun pangkalan, misalnya melalui penyadapan pasif lalu lintas Bluetooth.
Selanjutnya, penyerang mengirimkan muatan berbahaya dengan menyimulasikan penekanan tombol. Stasiun pangkalan meneruskan input tersebut ke komputer yang terhubung sehingga sistem dapat menganggapnya sebagai masukan pengguna yang sah.
Kaspersky menyebut pola serangan serupa ditemukan pada perangkat dari berbagai vendor. Dalam kondisi tertentu, teknik tersebut dapat memberi penyerang pijakan awal pada komputer di jaringan gudang.
Risikonya tidak berhenti pada pemindai barcode. Komputer yang berhasil ditembus dapat memiliki konektivitas ke sistem penting, termasuk Sistem Manajemen Gudang (Warehouse Management System/WMS). Peneliti juga menilai skenario serupa berpotensi diterapkan pada perangkat lain, seperti terminal data portabel dan printer termal.
Kepala Layanan Keamanan Industri Kaspersky, Sergey Sidorov, mengatakan ketergantungan sektor ritel dan logistik terhadap teknologi digital membuat perangkat operasional menjadi bagian penting dalam pertahanan siber.
Menurutnya, perangkat yang terlihat sederhana sekalipun dapat menjadi titik masuk serangan yang berdampak pada ekosistem operasional secara lebih luas.
Tujuh Langkah Perkuat Keamanan Gudang
Untuk mengurangi risiko serangan, Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah pengamanan bagi perusahaan pergudangan dan ritel, yaitu:
Kaspersky juga menawarkan layanan penilaian keamanan lingkungan industri untuk mengidentifikasi kelemahan pada sistem kontrol industri (ICS), teknologi operasional, perangkat yang terhubung, konfigurasi, serta jalur akses. Layanan Kaspersky ICS Security Assessment dirancang untuk mengevaluasi risiko tanpa mengganggu operasional.
Selain itu, perusahaan menyediakan Kaspersky Industrial Cyber Security (KICS), solusi yang ditujukan untuk membantu organisasi industri, termasuk perusahaan logistik, meningkatkan visibilitas dan perlindungan terhadap infrastruktur mereka.
Kaspersky menyarankan perusahaan memperhatikan keamanan di seluruh lapisan operasional, mengingat gangguan pada perangkat yang terhubung dapat berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas gudang dan rantai pasok. (mas)