☰
✕

Zoom luncurkan Unified Context Layer, ubah percakapan jadi aksi nyata

JAKARTA (IndoTelko)- Zoom Communications, Inc. memperkenalkan Unified Context Layer dan serangkaian kemampuan kecerdasan artifisial (AI) baru untuk membantu perusahaan menghubungkan informasi dari berbagai kanal kerja dan mengubahnya menjadi tindakan nyata.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi tahunan Zoomtopia 2026. Unified Context Layer dirancang untuk menghubungkan riwayat percakapan, dokumen, dan data terkait dari platform Zoom maupun aplikasi pihak ketiga yang terintegrasi.

Zoom menilai informasi bisnis yang tersebar di berbagai aplikasi dapat menyulitkan karyawan dan agen AI memahami konteks pembahasan sebelumnya. Akibatnya, tim harus menghabiskan waktu untuk menelusuri kembali percakapan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Melalui Unified Context Layer, pengguna dan agen AI dapat mengakses konteks yang relevan, dengan pengaturan akses untuk membantu menjaga keamanan informasi. Zoom juga mengembangkan koordinasi ant agen AI agar informasi tersebut dapat digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pendiri sekaligus CEO Zoom, Eric Yuan, mengatakan pemahaman AI terhadap konteks bisnis menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas.

“Pengalaman penggunaan produk yang terfragmentasi menyebabkan percakapan terisolasi, menghambat pengambilan keputusan, dan memperlambat kinerja bisnis. Kini, melalui Unified Context Layer, kami sedang membangun fondasi bagi system of action yang dirancang untuk mengubah percakapan menjadi pekerjaan yang tuntas,” ujar Yuan.

Zoom melaporkan jumlah pelanggan Zoom Virtual Agent meningkat 256%. Pengguna yang memanfaatkan berbagai perangkat AI Zoom juga menyatakan dapat menyelesaikan tugas dua kali lebih cepat. Sebanyak 72% pengguna menilai teknologi tersebut memberikan kontribusi tinggi atau sangat tinggi terhadap bisnis, dibandingkan rata-rata pasar sebesar 63%.

Perluas Fitur AI dan Otomatisasi Kerja

Dalam Zoomtopia 2026, perusahaan mengumumkan sejumlah pembaruan untuk mendukung kolaborasi, pengalaman pelanggan, pengembangan aplikasi, dan penyelenggaraan acara.

Di Zoom Workplace, fitur baru mencakup ringkasan rapat yang dipersonalisasi bagi pengguna yang melewatkan rapat, catatan rapat yang terhubung dengan transkrip dan materi visual, serta My Notes Workflows untuk mengubah hasil rapat menjadi tindak lanjut melalui Zoom Chat dan Salesforce.

Zoom juga memperkenalkan ZoomMate Agent Teams, yakni tim agen AI yang bekerja sama untuk membantu pelaksanaan tugas. Fitur ini disebut telah tersedia, sementara sejumlah kemampuan lainnya dijadwalkan hadir secara bertahap hingga 2027.

Untuk pengembang, Zoom menyediakan server Model Context Protocol (MCP) dan Search & Ask API agar kemampuan platform dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem AI dan alur kerja. Perusahaan juga menyiapkan koneksi dengan sejumlah asisten AI, termasuk Claude, Codex, Copilot, dan Muse.

Pada layanan pelanggan, Zoom CX akan memperoleh fitur profil pelanggan dinamis, analisis transkrip berbasis bahasa alami, serta Zoom Virtual Agent untuk kios layanan mandiri di gerai fisik. Pembaruan ini ditujukan untuk membantu perusahaan mempertahankan konteks interaksi pelanggan meskipun komunikasi berlangsung melalui kanal berbeda.

Zoom turut mengumumkan fitur pengelolaan dan keamanan AI, seperti Centralized AI Management, AI Guardrails, dan Deepfake Risk Detection. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu administrator mengendalikan penggunaan AI serta menerapkan kebijakan keamanan organisasi.

Sementara itu, Zoom Events memperluas pemanfaatan AI melalui Content Studio untuk mengubah rekaman menjadi berbagai materi konten, Agentic Event Setup untuk membantu menyiapkan acara, serta AI Analytics for Events untuk menganalisis keterlibatan peserta.

Senior Vice President Enterprise Engineering Oracle Cloud Infrastructure, Christine Sarros, menilai penggabungan konteks percakapan dapat membantu tim memahami pembahasan dan keputusan sebelumnya sehingga lebih banyak waktu dapat digunakan untuk melayani pelanggan.

Melalui rangkaian inovasi tersebut, Zoom memperkuat arah pengembangan platformnya sebagai system of action, yang menghubungkan percakapan, informasi, dan proses kerja untuk mendukung produktivitas perusahaan. (mas)