JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Akses mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi melalui pemindahan kabel udara ke jaringan bawah tanah. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih tertata dan aman, sekaligus menjaga keberlangsungan layanan konektivitas bagi masyarakat dan dunia usaha.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui program Bandung Bebas Kabel Udara yang digagas Pemerintah Kota Bandung dengan skema Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Dalam program tersebut, Telkom Akses melakukan penataan jaringan di 81 ruas jalan dengan memanfaatkan infrastruktur pasif telekomunikasi bawah tanah milik PT Bandung Infra Investama (Perseroda), badan usaha milik daerah Kota Bandung. Hingga Oktober 2026, sebanyak 54 ruas jalan telah selesai ditata.
Untuk menjaga kualitas layanan selama proses pemindahan jaringan, Telkom Akses mengerahkan 200 teknisi yang bersiaga selama 24 jam. Upaya ini ditujukan untuk menjaga kontinuitas layanan bagi lebih dari 10.000 pelanggan.
Direktur Utama Telkom Akses, Irphan Wijaya, mengatakan penataan kabel udara membutuhkan kesiapan sumber daya, koordinasi, dan proses operasional yang matang agar pekerjaan infrastruktur tidak mengabaikan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas.
“Pelaksanaan di Bandung menjadi salah satu pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat kesiapan sumber daya, koordinasi, dan proses operasional untuk mendukung program serupa di wilayah lain,” ujar Irphan.
Dalam pelaksanaannya, Telkom Akses memperkuat koordinasi antara tim operasi dan konstruksi untuk memastikan jalur pengganti siap sebelum kabel udara dipindahkan. Perusahaan juga menambah sumber daya dari sejumlah area operasional, memperkuat tim swakelola, serta melengkapi teknisi dengan peralatan kerja yang diperlukan.
Sebelum pemindahan dilakukan, teknisi memvalidasi data dan memetakan jaringan di setiap lokasi untuk menentukan prioritas pengamanan layanan. Pemetaan mencakup jaringan pendukung layanan seluler atau Node B, layanan data korporat, hingga pelanggan ritel.
Identifikasi Jaringan Jadi Tantangan
Salah satu tantangan di lapangan adalah penggunaan manhole secara bersama oleh sejumlah operator telekomunikasi. Kondisi ini mengharuskan teknisi mengidentifikasi dan menelusuri kabel secara cermat agar setiap jaringan dapat dipindahkan ke jalur yang sesuai.
Koordinasi antartim dan ketelitian dalam identifikasi menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko gangguan layanan selama pekerjaan berlangsung.
Telkom Akses menilai pengalaman di Bandung dapat menjadi bekal dalam mendukung penataan jaringan di wilayah lain. Melalui skema SJUT, perusahaan berupaya mendukung pemanfaatan infrastruktur bawah tanah secara lebih terintegrasi dan selaras dengan tata ruang perkotaan.
Ke depan, Telkom Akses akan terus memperkuat kapabilitas teknis, kesiapan sumber daya, serta koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi sekaligus menjaga konektivitas sebagai fondasi aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital. (mas)