JAKARTA (IndoTelko) - Zimbra mengimbau organisasi di Indonesia yang mengelola server email sendiri untuk segera memperbaiki kerentanan keamanan, terutama yang telah dieksploitasi peretas, dalam waktu 24 hingga 72 jam setelah terdeteksi. Sementara itu, kerentanan berisiko lebih rendah dapat ditangani dengan tenggat yang disesuaikan tingkat risikonya.
Penyedia platform email dan kolaborasi tersebut menilai perbaikan tidak seharusnya menunggu jadwal pemeliharaan rutin, khususnya ketika server yang terhubung ke internet berpotensi menjadi sasaran serangan.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,16 miliar anomali lalu lintas internet sepanjang 2025. Meski anomali tidak selalu menandakan serangan yang berhasil, sebanyak 93,78% di antaranya berkaitan dengan perangkat lunak berbahaya atau malware.
Sementara itu, perusahaan riset keamanan siber CYFIRMA menemukan tingkat keberhasilan serangan phishing berbantuan kecerdasan buatan (AI) mencapai 54%60% pada periode Desember 2025 hingga Mei 2026.
Chief Product Officer Synacor, Bret Cunningham, mengatakan organisasi yang mengelola infrastruktur email sendiri memiliki kendali lebih besar, tetapi juga memikul tanggung jawab atas pembaruan keamanan.
Menurut dia, organisasi perlu menetapkan sejak awal pihak yang berwenang menyetujui perbaikan, terutama di sektor seperti perbankan, pemerintahan, dan lembaga yang mengelola banyak data pribadi.
Lima Langkah Memperkuat Keamanan Server Email
Zimbra merekomendasikan lima langkah untuk memperkuat keamanan server email dan mengurangi risiko serangan.
Cunningham menambahkan bahwa ketahanan siber tidak hanya ditentukan oleh kecepatan memasang pembaruan keamanan. Organisasi juga perlu mengetahui celah yang masih terbuka, membatasi akses yang mungkin diperoleh penyerang, serta memastikan serangan dapat dideteksi secepat mungkin.
Zimbra menekankan bahwa penguatan keamanan harus dilakukan secara berkelanjutan agar organisasi dapat mengurangi risiko kebocoran data dan menjaga keandalan sistem email. (mas)