☰
✕

Cloudflare perluas ekosistem AI Workspace, gandeng Asana hingga GitHub

JAKARTA (IndoTelko) - Cloudflare memperluas ekosistem mitra untuk mendukung penerapan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan melalui Cloudflare OS, ruang kerja AI yang dirancang untuk menghubungkan otomatisasi dengan aplikasi bisnis secara aman.

Pengembangan ini mencakup kemitraan dengan penyedia layanan profesional untuk membantu perusahaan mengadopsi AI, serta integrasi dengan berbagai aplikasi yang digunakan dalam operasional sehari-hari, termasuk Asana, Box, Canva, ClickHouse, GitHub, Gong, dan Notion.

Melalui integrasi tersebut, administrator dapat menghubungkan sumber daya perusahaan ke Cloudflare OS dalam hitungan menit dengan mekanisme konektivitas yang dirancang untuk menjaga keamanan dan pengendalian akses.

Cloudflare menilai adopsi AI yang dilakukan secara mandiri oleh karyawan dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga menimbulkan risiko. Beberapa di antaranya adalah penggunaan data sensitif pada sistem AI yang tidak disetujui perusahaan, kode hasil generasi AI yang belum ditinjau, serta biaya penggunaan model yang sulit dipantau.

Cloudflare OS dikembangkan untuk membantu perusahaan memanfaatkan AI tanpa harus memilih antara kecepatan kerja dan keamanan.

Platform ini memungkinkan pengguna membuat otomatisasi atau alat kerja dengan mendeskripsikan kebutuhan mereka. Sistem kemudian membantu membangun, mengelola penerapan, dan menghubungkan alat tersebut ke sistem perusahaan sesuai kebutuhan aksesnya.

Karena berjalan di infrastruktur Cloudflare, bukan pada laptop karyawan, platform ini juga dirancang memberikan visibilitas dan kendali lebih besar kepada tim keamanan dan teknologi informasi. Cloudflare OS dilengkapi AI Gateway untuk membantu perusahaan memilih model yang sesuai dengan pekerjaan sekaligus mengendalikan biaya penggunaan token.

CEO sekaligus salah satu pendiri Cloudflare, Matthew Prince, mengatakan platform tersebut awalnya dikembangkan untuk kebutuhan internal perusahaan sebelum diperluas bagi organisasi lain.

“Alat AI seharusnya tidak memaksa perusahaan untuk memilih antara bergerak cepat dan tetap aman,” ujar Prince.

Menurutnya, Cloudflare OS dirancang untuk menyediakan ruang kerja AI yang memahami kebutuhan perusahaan sejak awal, tanpa menjadikan setiap penerapan sebagai proyek rekayasa berskala besar.

Gandeng Mitra Implementasi dan Aplikasi Bisnis

Untuk mempercepat adopsi, Cloudflare bekerja sama dengan penyedia layanan implementasi dan terkelola, termasuk EPAM, HappyCog, dan Towards AI. Para mitra tersebut membantu perusahaan menerjemahkan alur kerja operasional menjadi agen AI yang terhubung dengan aplikasi yang sudah digunakan.

Integrasi dengan aplikasi bisnis juga memungkinkan agen AI memanfaatkan informasi dari berbagai sistem dalam satu alur kerja, dengan tetap menerapkan pembatasan akses.

Asana, misalnya, menyoroti pemanfaatan AI untuk membantu tim melacak kemajuan pekerjaan, mengidentifikasi hambatan, dan menjaga proyek tetap sesuai rencana.

Box menekankan pentingnya menghubungkan AI dengan konten perusahaan yang tepercaya, sementara Canva menghadirkan kemampuan untuk membantu agen menemukan, membuat, dan mengubah desain menjadi materi visual yang dapat diedit.

Di sisi analitik, ClickHouse memungkinkan agen menjalankan alur kerja berdasarkan data aktual, seperti memantau volume pesanan atau mendeteksi peningkatan pelanggan yang berhenti berlangganan. Integrasi Gong memungkinkan pengguna membangun agen yang memanfaatkan informasi interaksi pelanggan dan penjualan bersama sistem perusahaan lainnya.

Sementara itu, Notion membuka akses bagi agen AI untuk memanfaatkan pengetahuan dan dokumentasi tim guna mendukung pekerjaan lintas aplikasi.

HappyCog menyoroti aspek keamanan dan tata kelola dalam penerapan agen otonom. Perusahaan tersebut menyatakan dukungannya terhadap penggunaan fondasi keamanan Cloudflare untuk membantu organisasi mengelola konteks dan menerapkan aplikasi AI perusahaan.

Towards AI menekankan peran pendampingan implementasi untuk menerjemahkan kemampuan teknologi menjadi hasil operasional yang terukur, bukan sekadar proyek percontohan.

Melalui perluasan kemitraan dan integrasi tersebut, Cloudflare menargetkan perusahaan dapat mengembangkan otomatisasi berbasis AI yang terhubung dengan proses bisnis, sekaligus mempertahankan kendali atas data, akses, dan pelaksanaan tugas oleh agen AI. (mas)