☰
✕

Telkom perkuat ESG, gabung UN Global Compact dan jalankan Zero Waste

JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui keanggotaan United Nations Global Compact (UNGC) serta program Zero Waste to Landfill di kawasan The Telkom Hub, Jakarta.

Keanggotaan UNGC ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno pada Kamis (22/10/2026). Sementara itu, program pengelolaan sampah dijalankan bersama Waste4Change untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Nanang mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk membangun bisnis yang bertanggung jawab dan berdaya saing dalam jangka panjang. Implementasinya mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga pengelolaan sampah di lingkungan kerja.

Menurutnya, keanggotaan UNGC memperkuat arah penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab, sedangkan program Zero Waste to Landfill menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional.

Melalui program tersebut, Telkom menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumber agar material yang masih dapat dimanfaatkan atau diolah tidak langsung dibuang ke TPA. Prosesnya melibatkan karyawan, petugas kebersihan, dan Waste4Change, mulai dari pemilahan hingga pengangkutan dan pengolahan sesuai prosedur.

Telkom mulai bekerja sama dengan Waste4Change pada 7 Oktober 2026. Berdasarkan data JanuariJuni 2026, volume sampah The Telkom Hub berkisar antara 14.604 kg hingga 30.334 kg per bulan. Sebanyak 51% merupakan residu, 32% sampah organik, sedangkan plastik dan kertas masing-masing menyumbang 7%.

Chief Operating Officer Waste4Change, Ridho Malik Ibrahim, mengapresiasi langkah Telkom Hub dalam mengalihkan pengelolaan sampah agar tidak langsung berakhir di TPA. Kolaborasi ini, menurutnya, turut mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan perubahan perilaku di lingkungan kerja.

Target Dekarbonisasi hingga 2060

Telkom tercatat menjadi peserta aktif UNGC sejak 16 Juli 2026. Inisiatif PBB tersebut mendorong perusahaan menerapkan Sepuluh Prinsip UNGC dalam empat bidang, yakni hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi.

Executive Director UN Global Compact Network Indonesia, Dr. M. Windrawan Inantha, mengatakan prinsip keberlanjutan perlu diintegrasikan ke dalam strategi dan budaya kerja perusahaan. Program pengelolaan sampah Telkom dinilainya sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip lingkungan dalam kegiatan operasional.

Di bidang dekarbonisasi, TelkomGroup telah meluncurkan Climate Transition Plan pada 2025 sebagai peta jalan menuju emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060. Perusahaan menargetkan penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada 2030.

Telkom juga menyatakan The Telkom Hub telah mencapai net zero emission untuk emisi operasional Scope 1 dan Scope 2 pada 2026. Upaya lainnya meliputi pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan pusat data ramah lingkungan (green data center), dan peningkatan efisiensi energi jaringan melalui Autonomous Network.

Sebelumnya, sejak Desember 2024, The Telkom Hub telah menggunakan Reverse Vending Machine(RVM) untuk mendukung daur ulang botol plastik. Program tersebut melibatkan lebih dari 900 pengguna dan mengumpulkan lebih dari 7 ton botol plastik untuk didaur ulang, dengan estimasi penghindaran sekitar 38 ton emisi COâ‚‚e.

Ke depan, Telkom menargetkan seluruh sampah dari The Telkom Hub tidak berakhir di TPA dan mendorong praktik pemilahan sampah diterapkan di kantor-kantor TelkomGroup lainnya. (mas)