☰
✕

Schneider Electric catat kemajuan keberlanjutan, emisi operasional turun 83%

JAKARTA (IndoTelko) - Schneider Electric mencatat skor keberlanjutan 4,04 dari skala 10 hingga akhir kuartal III 2026 melalui roadmap Impact 2030. Capaian tersebut mendekati target perusahaan sebesar 4,20 pada akhir 2026, sebagai bagian dari upaya mencapai skor 10 pada 2030.

Dalam sembilan bulan pertama 2026, perusahaan teknologi energi tersebut melaporkan kemajuan dalam pengurangan emisi operasional, pengembangan rantai pasok berkelanjutan, peningkatan keterampilan karyawan, serta pemberdayaan masyarakat.

Salah satu capaian utama adalah penurunan emisi karbon Scope 1 dan 2 sebesar 83% dibandingkan tingkat emisi pada 2017. Pada periode yang sama, solusi Schneider Electric membantu pelanggan menghemat atau mengelektrifikasi 211 juta megawatt-jam (MWh) energi.

Sejak 2018, solusi perusahaan tersebut juga diklaim telah membantu pelanggan menghemat energi dan menghindari emisi karbon dengan total kumulatif 943 juta ton COâ‚‚.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan kemajuan tersebut memperkuat komitmen perusahaan dalam mengembangkan teknologi energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Mulai dari percepatan elektrifikasi dan pengurangan emisi karbon bersama pemasok, hingga pengembangan keterampilan serta pemberdayaan karyawan dan komunitas lokal, kami melihat kemajuan di berbagai program Impact 2030 yang akan terus kami dorong pada kuartal-kuartal mendatang,” ujarnya.

Perkuat Rantai Pasok Berkelanjutan

Dalam pilar Reinventing Our Industry, Schneider Electric memperluas program The Zero Carbon Pathway (TZCP) untuk membantu pemasok mengurangi emisi karbon.

Hingga akhir kuartal III 2026, jumlah pemasok yang memenuhi kualifikasi program meningkat sembilan kali lipat, dari 15 pemasok pada semester I menjadi 135 pemasok. Perusahaan menargetkan 1.500 pemasok memenuhi kualifikasi tersebut pada 2030.

Pemasok yang mengikuti program perlu mengukur emisi operasional Scope 1 dan 2, menetapkan target pengurangan emisi, serta menghitung emisi tidak langsung melalui Product Carbon Footprint (PCF) dan/atau emisi Scope 3 tingkat perusahaan.

Percepatan program didukung perangkat digital berbasis AI yang digunakan oleh lebih dari 1.200 pemasok sepanjang 2026. Schneider Electric juga menyelenggarakan 10 program pelatihan di sembilan kota pada tiga benua, lebih dari 250 sesi pendampingan langsung, dan sekitar 35 peninjauan di lokasi.

Pada aspek material, penggunaan bahan ramah lingkungan mencapai 22% dari material dan komponen yang tercakup dalam program, meningkat dari 19% pada 2025. Target perusahaan adalah mencapai 50% pada 2030.

Sementara itu, cakupan layanan sirkular yang membantu memperpanjang masa pakai perangkat meningkat menjadi 1,2 kali dibandingkan akhir 2025. Layanan tersebut meliputi pemeliharaan, penyediaan suku cadang, pengembalian aset, dan peremajaan perangkat. Schneider Electric menargetkan cakupan layanan ini meningkat dua kali lipat pada 2030.

Perluas Akses Energi dan Pengembangan SDM

Pada pilar Unlocking Human Potential, Schneider Electric terus meningkatkan keterampilan karyawan untuk menghadapi perkembangan elektrifikasi dan AI. Hingga sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 82% karyawan telah mengikuti pelatihan Energy Tech yang ditetapkan perusahaan untuk tahun tersebut.

Sebelumnya, lebih dari 142.000 karyawan telah mengikuti pelatihan pengenalan AI sepanjang 2025.

Di tingkat masyarakat, perusahaan melaporkan telah membantu 69 juta orang memperoleh akses terhadap listrik berkelanjutan sejak 2009. Jumlah tersebut bertambah 1,9 juta orang dibandingkan capaian semester I 2026.

Schneider Electric juga telah membekali 1,5 juta anak muda dengan keterampilan elektrifikasi dan keberlanjutan sejak 2009, bertambah 90.000 orang dibandingkan semester sebelumnya. Perusahaan menargetkan dapat menjangkau tiga juta anak muda pada 2030.

Dalam pemberdayaan komunitas lokal, program Impact Workplaces bertambah dari lima lokasi pada semester I menjadi 59 lokasi pada akhir kuartal III 2026. Program ini mencakup kriteria terkait iklim, efisiensi sumber daya, karyawan, dan komunitas, dengan target 100 lokasi pada 2030.

Perusahaan juga memperluas program Agen Perubahan. Hingga akhir kuartal III, sebanyak 9% karyawan telah berpartisipasi, termasuk lebih dari 6.000 karyawan yang mengikuti kegiatan sukarela selama kuartal tersebut. Jangkauan program meningkat dari 49 menjadi 57 negara.

Raih Pengakuan Keberlanjutan

Selain kemajuan dalam program internal, Schneider Electric menerima sejumlah pengakuan selama kuartal III 2026. Perusahaan dinobatkan sebagai Enterprise of the Year oleh Sustainability LIVE dan memperoleh tiga penghargaan Gold terkait penerapan keberlanjutan serta pengurangan emisi bersama pemasok.

Schneider Electric juga meraih Golden Trophy for Sustainable Procurement pada Trophées des Achats 2026, melengkapi penghargaan Best Mature Sustainable Procurement Program Award dari EcoVadis yang diterima pada awal tahun.

Perusahaan turut disebut dalam laporan CDP 2026 Disclosure Dividend terkait transparansi data lingkungan, masuk dalam daftar kandidat penghargaan The Climate Group atas upaya mendorong penggunaan energi terbarukan, serta menerima dua penghargaan Gold dan satu Silver dalam Gulf Sustainability Awards.

Schneider Electric menyatakan akan melanjutkan program Impact 2030 pada kuartal berikutnya dengan fokus pada elektrifikasi, pengurangan emisi, rantai pasok berkelanjutan, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan komunitas. (mas)