☰
✕

ITSEC Asia gelar AICX 2026, bahas ketahanan siber di era AI

JAKARTA (IndoTelko) - PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) menggelar AI, Cyber & Quantum Experience(AICX) 2026 bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari Bali Tech Week 2026. Forum yang berlangsung di Bali Beach Convention, Sanur, Selasa (20/10/2026), mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku industri, praktisi teknologi, dan akademisi untuk membahas kedaulatan digital serta kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan AI dan teknologi kuantum.

AICX 2026 mengusung tema “AI, Cyber & Quantum: Indonesia’s Next Chapter” dan dihadiri lebih dari 600 peserta dengan 25 pembicara nasional dan internasional.

Forum ini digelar di tengah meningkatnya penggunaan AI dan kompleksitas ancaman siber yang dapat mengganggu layanan maupun operasional bisnis. Karena itu, kemampuan organisasi dalam mengantisipasi serangan, mempertahankan keberlangsungan operasional, serta memulihkan sistem menjadi semakin penting.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan perkembangan teknologi kini memiliki konsekuensi yang semakin luas terhadap daya saing perusahaan, ketahanan operasional, dan kepentingan nasional.

“AI mengubah cara bisnis beroperasi, sementara ancaman siber dan perkembangan teknologi baru turut mengubah risiko yang harus mereka hadapi. Kita perlu memastikan bahwa diskusi di tingkat pimpinan menghasilkan keputusan yang jelas mengenai prioritas, investasi dan kemampuan yang diperlukan dalam menghadapi era AI,” ujarnya.

Menurut Patrick, AICX menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif pemerintah, industri, dan akademisi sehingga perkembangan teknologi dapat diikuti dengan langkah yang lebih terarah.

Kedaulatan Digital dan Ketahanan Siber

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, yang mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, menyampaikan pentingnya menjadikan keamanan siber sebagai fondasi pengembangan dan adopsi AI.

“Keamanan siber harus menjadi fondasi bagi inovasi dan adopsi AI, yang didukung oleh investasi berkelanjutan dalam sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi,” kata Edwin.

Ia juga menekankan perlunya penguatan talenta digital serta kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil. Menurutnya, forum seperti AICX dapat membantu menyelaraskan prioritas dan mendorong terbentuknya kemitraan serta solusi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia dan kawasan.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, yang mewakili Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, menyoroti pentingnya teknologi berdaulat dalam memperkuat ketahanan nasional.

Menurut Slamet, keamanan perlu menjadi bagian dari setiap tahapan transformasi digital, mulai dari perancangan sistem hingga proses adopsi teknologi.

“Semua ambisi tersebut tidak akan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa keamanan siber. Aspek keamanan harus menjadi bagian dari setiap tahap pengembangan digital, mulai dari sistem yang kita rancang hingga teknologi yang kita adopsi,” ujarnya.

Talenta Jadi Bagian Strategi

Selain membahas AI dan keamanan siber, AICX 2026 menyoroti kesiapan menghadapi perkembangan komputasi kuantum. Sejumlah pembicara dari sektor pemerintahan, jasa keuangan, teknologi, dan akademisi membahas dampak perkembangan teknologi terhadap proses bisnis, tata kelola inovasi, perlindungan informasi, serta kesiapan operasional organisasi.

Pengembangan talenta juga menjadi salah satu agenda forum. Pelaku industri dan organisasi terkait membahas kebutuhan tenaga profesional dengan kompetensi AI dan keamanan siber untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital.

Diskusi turut mengangkat peran kebijakan, media, dan sektor swasta dalam membangun pemahaman publik mengenai teknologi serta mendorong penerapan AI secara lebih luas di Indonesia.

AICX 2026 merupakan pengembangan dari ITSEC Cybersecurity & AI Summit yang sebelumnya mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pakar dari kawasan ASEAN. Tahun ini, forum tersebut digelar bersama Komdigi dengan mengintegrasikan pembahasan AI, keamanan siber, dan teknologi kuantum.

Melalui AICX 2026, ITSEC Asia menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi perubahan teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas digital dan ketahanan siber nasional. (mas)