☰
✕

Pyung Hwa Holdings pangkas biaya pemeliharaan TI hingga 50%

JAKARTA (IndoTelko) - Pyung Hwa Holdings, perusahaan induk produsen komponen otomotif asal Korea Selatan, memperpanjang kemitraan dengan Rimini Street selama lima tahun setelah mencatat penghematan biaya pemeliharaan tahunan hingga 50%. Efisiensi tersebut membantu perusahaan menjaga stabilitas sistem SAP dan Oracle sekaligus membuka ruang investasi untuk pengembangan manufaktur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Rimini Street, penyedia layanan dukungan perangkat lunak pihak ketiga untuk Oracle, SAP, dan VMware, telah mendukung sistem SAP ECC 6 dan Oracle Database yang digunakan Pyung Hwa Holdings selama beberapa tahun.

Kemitraan ini memungkinkan Pyung Hwa Holdings menekan biaya pemeliharaan, meningkatkan respons dukungan teknis, serta mengurangi ketergantungan pada siklus pembaruan perangkat lunak yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Direktur sekaligus Kepala Strategi Informasi Pyung Hwa Holdings, Sangwook Lee, mengatakan pengalaman selama tiga tahun pertama kemitraan memberikan manfaat bagi profitabilitas perusahaan dan memungkinkan tim TI berfokus pada inisiatif yang memiliki nilai bisnis lebih tinggi.

“Kualitas layanan, nilai dari kemitraan tepercaya, serta keyakinan kami terhadap stabilitas jangka panjang lingkungan SAP dan Oracle Database yang sangat penting bagi operasional kami menjadi alasan mengapa kami kembali memilih Rimini Street untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

Efisiensi Biaya dan Fleksibilitas TI

Pyung Hwa Holdings menggunakan SAP ECC 6 yang telah dikustomisasi untuk mendukung perencanaan produksi, manajemen material, keuangan, pengendalian, dan sumber daya manusia. Sistem tersebut menggunakan Oracle Database sebagai infrastruktur pengelolaan data.

Kedua platform mendukung pengelolaan terpusat terhadap 17 anak perusahaan, yang terdiri atas 12 perusahaan domestik dan lima perusahaan afiliasi di luar negeri. Karena itu, stabilitas sistem dan kecepatan penyelesaian masalah teknis menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasional grup.

Sebelum bekerja sama dengan Rimini Street, Pyung Hwa Holdings menghadapi biaya pemeliharaan yang tinggi dan dukungan teknis yang dinilai belum konsisten. Perusahaan membutuhkan penyelesaian masalah lebih cepat, keahlian untuk menangani sistem yang telah dikustomisasi, serta dukungan terhadap kebutuhan operasional spesifik, termasuk proses penyelesaian pajak penghasilan karyawan pada akhir tahun.

Lee mengungkapkan, dukungan teknis dalam kontrak pemeliharaan setelah implementasi SAP ERP belum selalu mampu menyelesaikan permasalahan perusahaan secara efektif.

Setelah berdiskusi dengan sejumlah perusahaan di Korea Selatan yang menggunakan layanan dukungan perangkat lunak pihak ketiga, Pyung Hwa Holdings memilih Rimini Street. Kemitraan tersebut memberikan respons layanan yang lebih cepat, biaya pemeliharaan lebih rendah, serta fleksibilitas dalam mengalokasikan anggaran dan sumber daya TI.

Melalui layanan Rimini Support, perusahaan dapat mempertahankan sistem SAP dan Oracle yang telah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Perusahaan juga memiliki keleluasaan menentukan jadwal pembaruan dan migrasi berdasarkan prioritas operasional, tanpa harus mengikuti seluruh tahapan pembaruan yang ditetapkan vendor.

Pendekatan tersebut memungkinkan Pyung Hwa Holdings memperpanjang pemanfaatan investasi teknologi yang sudah dimiliki. Perusahaan pun dapat mengalihkan sebagian sumber daya untuk mendukung pengembangan bisnis tanpa harus menjadikan pembaruan sistem sebagai prioritas utama.

Bidik Manufaktur Berbasis AI

Efisiensi biaya TI tersebut menjadi salah satu peluang bagi Pyung Hwa Holdings untuk meningkatkan investasi pada manufaktur cerdas, analisis data tingkat lanjut, dan pengelolaan kualitas berbasis AI.

Perusahaan berencana mengembangkan pemeliharaan prediktif berbasis AI, teknologi digital twin, serta optimalisasi produksi. Pyung Hwa Holdings juga akan meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan (R&D), terutama untuk komponen kendaraan listrik dan sel bahan bakar hidrogen.

Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan manufaktur mengoptimalkan belanja teknologi yang sudah berjalan, sekaligus mengarahkan sumber daya ke pengembangan kapabilitas baru. Dalam konteks tersebut, keputusan mempertahankan sistem yang masih memenuhi kebutuhan operasional dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan biaya transisi teknologi.

GVP sekaligus Regional General Manager Rimini Street untuk Korea, Hyungwook “Kevin” Kim, mengatakan kemitraan tersebut menunjukkan manfaat pendekatan dukungan teknologi yang berfokus pada kebutuhan pelanggan, bukan semata-mata mengikuti peta jalan vendor.

Menurutnya, respons layanan, keahlian teknis, dan stabilitas sistem membantu Pyung Hwa Holdings memaksimalkan nilai investasi pada SAP dan Oracle.

Lee menambahkan, konsistensi dukungan, stabilitas sistem, dan penghematan biaya menjadi nilai utama kemitraan tersebut. Dengan dukungan mitra yang memahami lingkungan teknologi serta prioritas bisnis perusahaan, tim TI dapat lebih berkonsentrasi pada inisiatif yang mendukung daya saing dan pertumbuhan jangka panjang. (mas)