JAKARTA (IndoTelko) - TransTRACK menghadirkan fitur Real-Time EV Battery Monitoring untuk membantu perusahaan memantau kondisi baterai kendaraan listrik secara langsung melalui satu platform terintegrasi. Solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan armada sekaligus mendukung elektrifikasi transportasi di Indonesia.
Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di sektor industri, perusahaan menghadapi tantangan dalam menjaga kesiapan kendaraan untuk beroperasi. Kondisi baterai menjadi salah satu faktor penting karena berpengaruh terhadap perencanaan perjalanan, jadwal pengisian daya, dan pemanfaatan armada.
Tanpa pemantauan yang akurat, pengelolaan kendaraan listrik berpotensi kurang optimal. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, TransTRACK mengintegrasikan fitur pemantauan baterai ke dalam ekosistem Fleet Operation Optimizer.
Fitur ini memungkinkan pengelola armada memantau sejumlah parameter kendaraan, meliputi tingkat daya baterai atau State of Charge (SoC), status kendaraan, kondisi ignition, odometer, jam operasional, kecepatan, serta lokasi kendaraan secara real-time.
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan elektrifikasi armada tidak hanya berkaitan dengan penggantian kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan operasional yang memadai.
“Dengan visibilitas yang lebih baik, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas armada, mengurangi downtime, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional,” ujarnya.
Melalui pemantauan tingkat baterai secara real-time, perusahaan dapat merencanakan pengisian daya berdasarkan kondisi aktual kendaraan. Informasi tersebut juga membantu meningkatkan kesiapan dan utilisasi armada serta mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih terukur.
Dukung Operasional Armada Listrik
Kebutuhan pemantauan terintegrasi turut dirasakan BHISA Shuttle, layanan transportasi antarkota milik PT Bhinneka Sangkuriang Transport yang telah mengoperasikan kendaraan listrik pada rute BandungPurwakarta dan sebaliknya.
Dalam mengembangkan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan, BHISA Shuttle membutuhkan teknologi untuk mempermudah pemantauan kendaraan, meningkatkan koordinasi tim operasional, dan menjaga kesiapan armada dalam melayani penumpang.
Operational Manager BHISA Shuttle, Denny Cahya, mengatakan pengoperasian kendaraan listrik membutuhkan perhatian khusus terhadap kondisi baterai dan perencanaan pengisian daya.
Melalui dukungan teknologi TransTRACK, perusahaan berharap pemantauan lokasi dan tingkat baterai kendaraan dapat dilakukan secara terintegrasi serta diakses oleh lebih banyak anggota tim operasional.
Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan membantu memastikan kendaraan siap digunakan sesuai kebutuhan layanan.
VP of Business Development TransTRACK, Ndaru Ruseno, menjelaskan bahwa pengelolaan armada listrik memerlukan pendekatan berbasis data yang berbeda dari kendaraan konvensional.
Pada armada konvensional, pengelolaan umumnya berfokus pada lokasi kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan perilaku pengemudi. Sementara itu, pada kendaraan listrik, tingkat baterai menjadi indikator penting untuk menentukan kesiapan kendaraan menjalankan tugas berikutnya.
Menurut Ndaru, integrasi data baterai, telematika kendaraan, dan parameter operasional lainnya memungkinkan pengelola armada memahami bukan hanya posisi kendaraan, tetapi juga kesiapan operasionalnya.
Pendekatan tersebut menandai pergeseran dari sekadar pelacakan kendaraan menuju operational intelligence, yaitu pemanfaatan data untuk mendukung keputusan operasional secara lebih menyeluruh.
Sejalan dengan Target Net Zero Emission
Pengembangan fitur Real-Time EV Battery Monitoring juga sejalan dengan upaya mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.
Pemerintah telah mengatur percepatan program kendaraan listrik melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, yang kemudian diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Perkembangan ekosistem ini turut meningkatkan kebutuhan teknologi pendukung agar pengoperasian armada listrik berjalan efisien.
TransTRACK menyatakan akan terus mengembangkan solusi berbasis AI, IoT, dan analitik data untuk menjawab kebutuhan pengelolaan armada yang semakin kompleks.
Melalui pengembangan tersebut, perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan operasional pelanggan, sekaligus mendukung transformasi sektor transportasi dan logistik menuju target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060. (mas)