☰
✕

OutSystems hadirkan AI Coding untuk perusahaan dengan kontrol keamanan

JAKARTA (IndoTelko) - OutSystems mengumumkan ketersediaan umum Agent Experience (AX), teknologi yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan berbagai perangkat pengodean berbasis kecerdasan buatan (AI) ke dalam platform pengembangan aplikasi dengan tetap menjaga kontrol arsitektur, keamanan, dan tata kelola.

Diumumkan dalam gelaran OutSystems World Tour Las Vegas pada 12 Oktober 2026, Agent Experience membuka akses platform OutSystems bagi sejumlah coding agent, termasuk OutSystems Mentor, Claude Code, Cursor, Codex, dan Kiro.

Melalui pendekatan ini, developer dapat memanfaatkan coding agent pilihan untuk mempercepat pengembangan aplikasi. Sementara itu, OutSystems menangani desain sistem dan pembuatan kode dengan mempertimbangkan dependensi, hubungan data, serta logika bisnis yang telah ada.

Perusahaan mengklaim pendekatan tersebut membantu mengurangi fragmentasi kode buatan AI, menekan utang teknis, dan meningkatkan penggunaan ulang komponen perangkat lunak.

Agent Experience juga dirancang untuk menerapkan standar keamanan, pengujian otomatis, dan tata kelola sejak tahap desain. Aplikasi dan AI agent yang dikembangkan dapat diterapkan di public cloud, private cloud, infrastruktur on-premise, maupun lingkungan hybrid.

CEO OutSystems, Woodson Martin, mengatakan perusahaan membutuhkan kecepatan pengembangan AI tanpa mengorbankan keamanan dan keandalan aplikasi.

“OutSystems Agent Experience membantu para pemimpin AI memanfaatkan kecepatan coding agent sekaligus menjaga kepatuhan, keamanan, dan skalabilitas sistem yang penting bagi operasional,” ujarnya.

OutSystems mengutip survei developer yang menyebut 74% kode hasil AI membutuhkan banyak perbaikan atau tidak pernah diterapkan ke lingkungan produksi. Melalui Agent Experience, perusahaan ingin menjembatani kesenjangan antara pembuatan kode berbasis AI dan penerapan aplikasi yang siap digunakan.

Sejumlah perusahaan dilaporkan telah memanfaatkan teknologi tersebut. YESCO, produsen papan nama asal Amerika Serikat, mengklaim mampu memangkas siklus rilis perangkat lunak dari enam bulan menjadi dua minggu dengan menggabungkan platform OutSystems dan coding agent seperti Claude.

Firma hukum Lowenstein Sandler juga menggunakan Claude Code dan Agent Experience untuk membangun aplikasi Litigation Matter Tracker. Menurut perusahaan, aplikasi yang siap produksi tersebut dikembangkan dalam waktu kurang dari tiga jam. Alur kerja yang sebelumnya membutuhkan sekitar satu jam juga dapat dipangkas menjadi 510 menit.

Sementara itu, peritel asal Denmark, Normal, melaporkan penurunan waktu pengembangan perangkat lunak dari sekitar enam minggu menjadi dua minggu. Perusahaan memanfaatkan coding agent eksternal bersama Enterprise Context Graph dan mekanisme pengamanan arsitektur yang tersedia di platform OutSystems.

Director of Software Integration and Operations YESCO, Mike Neyman, mengatakan pendekatan terbuka memungkinkan perusahaannya menggunakan coding agent sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan tata kelola dan keamanan.

Selain Agent Experience, OutSystems mengumumkan Agentic First Notice of Loss, solusi untuk sektor asuransi yang dijadwalkan meluncur pada November 2026. Perusahaan asuransi juga dapat mengakses Insurance Agent Kit melalui OutSystems Forge, yang mencakup agent untuk membantu proses klaim.

Solusi tersebut melengkapi Agentic Loan Applications untuk sektor perbankan. OutSystems menyatakan berbagai solusi industri ini ditujukan untuk mempercepat penerapan AI pada sektor yang memiliki tuntutan regulasi dan keamanan tinggi.

Agent Experience kini tersedia secara umum dan dapat digunakan perusahaan untuk mengintegrasikan coding agent ke dalam proses pengembangan aplikasi dengan pengelolaan yang lebih terstruktur. (mas)