☰
✕

Kaspersky dan Telkom University umumkan pemenang HackNusa 2026

JAKARTA (IndoTelko) - Tim NexusOne+ keluar sebagai pemenang HackNusa 2026, kompetisi hackathon keamanan siber yang digelar Kaspersky bersama Telkom University (Tel-U). Tim tersebut mengembangkan Qerity, platform verifikasi berbasis perangkat dan kesadaran komunitas untuk membantu melawan praktik pinjaman online ilegal di Indonesia.

HackNusa 2026 berlangsung selama 12 jam dan diikuti 30 tim terpilih. Mengusung tema “Securing Tomorrow: Innovating Trust, Delivering Impact”, kompetisi ini menantang peserta merancang solusi teknologi untuk menjawab persoalan keamanan siber dan kepercayaan digital.

NexusOne+ diperkuat Muhammad Aris Maulana, Nazla Azzahra Hermana, dan Ladya Kalascha. Sebagai pemenang, tim tersebut memperoleh hadiah Rp13 juta serta akses kursus Kaspersky xTraining dengan nilai hingga US$2.500 untuk mendukung pengembangan keterampilan teknis dan keamanan siber.

Tim NexusOne+ mengatakan pengalaman mengikuti sejumlah hackathon sebelumnya menjadi bekal dalam menghadapi kompetisi tersebut. Mereka juga menilai aspek keamanan dan kepercayaan pengguna perlu menjadi bagian utama dalam pengembangan solusi teknologi.

Selain hadiah, peserta mendapatkan pendampingan dari pakar Kaspersky dan Telkom University. Mentor yang terlibat antara lain Oleg Podstavkin, Global Security Solutions Architect Kaspersky, Daniel Tobing, Presales Manager Indonesia Kaspersky, serta Muhamad Irsan dan Rahmat Yasirandi dari Fakultas Informatika Telkom University.

Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan teknis dalam menghadapi persoalan keamanan siber yang nyata.

Menurutnya, kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi diperlukan untuk membantu menyiapkan tenaga profesional keamanan siber yang mampu menjawab tantangan digital yang terus berkembang.

Dekan Fakultas Informatika Telkom University, Assoc. Prof. Dr. Kemas Muslim Lhaksmana, juga menekankan pentingnya inovasi yang bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga solusi yang dapat dipercaya masyarakat.

HackNusa 2026 mencakup tiga kategori utama, yaitu Pembayaran Digital dan Fintech yang Aman, AI vs AI: Cyber Defense, serta Human-Centric Security atau keamanan yang berpusat pada manusia.

Selain kompetisi utama, acara ini menghadirkan Kompetisi KIPS yang berlangsung bersamaan dengan sesi presentasi 10 finalis teratas. Program tersebut memberi kesempatan tambahan bagi peserta di luar 10 besar untuk mempresentasikan gagasan dan kemampuan mereka.

Penilaian proyek dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Defi Nofitra dari Kaspersky, serta Prof. Ir. Ari Moesriami Barmawi dan Dr. Fazmah Arif Yulianto dari Fakultas Informatika Telkom University.

Melalui HackNusa, Kaspersky dan Telkom University berupaya memperkuat kolaborasi industri dan akademisi dalam mengembangkan talenta keamanan siber. Ajang ini juga mendorong mahasiswa mengubah gagasan menjadi prototipe solusi yang mempertimbangkan kelayakan teknis, keamanan, skalabilitas, dan kesiapan implementasi. (mas)