☰
✕

Roblox ajak orang tua bangun kebiasaan digital sehat bagi anak

JAKARTA (IndoTelko) - Roblox membagikan lima panduan bagi orang tua untuk menjaga keamanan dan mendukung kesehatan mental anak saat bermain gim online. Inisiatif ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka, pengawasan aktivitas digital, serta pemanfaatan fitur keamanan untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih positif.

Menjelang Hari Kesehatan Mental Sedunia, Roblox mengajak keluarga memahami aktivitas anak di dunia digital, mulai dari berinteraksi dengan teman hingga mengekspresikan kreativitas melalui gim. Pasalnya, orang tua tidak selalu mengetahui pengalaman yang dihadapi anak ketika berada di ruang online.

Pendiri Safe Online Standards, Dr. Dan Reidenberg, mengatakan panduan Tools for Interactive Player Safety (TIPS) menyediakan langkah praktis bagi anak, remaja, orang tua, dan masyarakat untuk membantu membangun lingkungan digital yang lebih aman.

Sementara itu, Senior Director of Global Parental Advocacy Roblox, Dr. Elizabeth Milovidov, menilai gim dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan orang tua dan anak. Dengan ikut mengeksplorasi gim, orang tua dapat memahami aktivitas anak sekaligus membuka ruang percakapan mengenai pengalaman mereka di dunia digital.

Roblox menekankan bahwa kesehatan dalam bermain gim tidak cukup dinilai berdasarkan durasi penggunaan layar. Orang tua juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap perasaan, perilaku, hubungan sosial, dan rutinitas anak, termasuk waktu tidur.

Berikut lima langkah yang disarankan Roblox untuk keluarga.

Pertama, ajarkan anak untuk berhenti ketika merasa tidak nyaman. Anak perlu memahami bahwa mereka tidak harus meneruskan interaksi yang membuat mereka terganggu. Mereka dapat meninggalkan percakapan, membisukan atau memblokir pemain lain, maupun berhenti bermain.

Kedua, simpan bukti dan laporkan perilaku yang tidak pantas. Jika anak mengalami perundungan atau pelecehan online, orang tua dapat membantu menyimpan tangkapan layar atau riwayat percakapan. Bukti tersebut dapat digunakan ketika melaporkan kejadian melalui fitur yang tersedia di platform.

Ketiga, pastikan anak tidak menghadapi masalah sendirian. Orang tua perlu membangun suasana yang membuat anak nyaman bercerita kepada orang dewasa tepercaya, seperti orang tua, guru, atau konselor. Anak juga dapat didorong untuk peduli terhadap teman yang mengalami perundungan digital.

Keempat, perhatikan perubahan perilaku. Orang tua perlu mewaspadai perubahan yang tidak biasa, seperti anak menjauh dari teman atau gim yang sebelumnya disukai, mengalami perubahan suasana hati yang drastis, sering mengungkapkan keputusasaan, atau bermain hingga mengganggu waktu tidur.

Kelima, lindungi informasi pribadi. Anak perlu diingatkan agar tidak membagikan data sensitif secara online, termasuk nama lengkap, alamat rumah, lokasi sekolah, kata sandi, dan informasi keuangan.

Selain edukasi, Roblox menyediakan sejumlah fitur untuk membantu orang tua mengelola aktivitas digital anak. Melalui Roblox Parental Controls, orang tua yang menautkan akun dapat mengatur fitur obrolan, melihat daftar teman, menetapkan filter kematangan konten, memblokir gim tertentu, serta mengatur batas pengeluaran.

Roblox juga menyediakan Family Zone dan fitur co-play yang memungkinkan orang tua bermain bersama anak. Aktivitas ini dapat dimanfaatkan untuk membahas etika berinternet, batasan dalam berinteraksi, dan pentingnya menghormati orang lain di ruang digital.

Adapun Teen Well-Being Tools menghadirkan panduan interaktif dan materi percakapan bagi orang tua dan remaja untuk membahas batas waktu layar serta membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

Melalui panduan dan fitur tersebut, Roblox mendorong keluarga untuk tidak hanya berfokus pada pembatasan waktu bermain, tetapi juga memahami pengalaman anak, mengenali potensi masalah, dan membangun kebiasaan berkomunikasi yang terbuka. (mas)