☰
✕

AMD perkuat infrastruktur Agentic AI dengan CPU EPYC 9006

JAKARTA (IndoTelko) Perkembangan agentic AI mendorong perubahan pada kebutuhan infrastruktur komputasi perusahaan. Berbeda dengan AI konvensional yang banyak berfokus pada training dan inference, sistem agentic menjalankan rangkaian tugas yang dapat mencakup retrieval, pemanggilan tool, eksekusi kode hingga menghasilkan respons.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan komputasi menjadi lebih dinamis. AMD menilai infrastruktur AI tidak lagi cukup dirancang untuk satu jenis workload, tetapi harus memiliki fleksibilitas untuk menangani beragam kebutuhan dalam satu alur kerja.

Melalui white paper terbaru, AMD mengevaluasi CPU server AMD EPYC 9006 “Venice” Generasi ke-6 pada berbagai workload, mulai dari general-purpose computing, enterprise, cloud-native, AI hingga high-performance computing (HPC).

Dalam pengujian SPECrate 2026 Integer, AMD mengklaim CPU server EPYC 9996 memberikan performa per core 1,2 kali dibandingkan platform berbasis NVIDIA Vera, sementara performa tingkat platform mencapai 2,24 kali.

Pada sejumlah workload enterprise dan cloud-native seperti server-side Java, OpenSSL, MongoDB, Redis, NGINX dan transaction processing, pengujian AMD menunjukkan peningkatan performa antara 2,4 kali hingga 3,7 kali.

Sementara dibandingkan prosesor Intel Xeon 6980P, EPYC 9996 diklaim memberikan keunggulan performa 1,8 kali hingga 3,13 kali pada workload molecular dynamics, materials modeling dan weather forecasting.

AMD juga memperkirakan dalam konfigurasi rack berdaya 100 kilowatt, EPYC 9996 dapat menghasilkan throughput hingga 3,4 kali dibandingkan platform berbasis Vera.

Menurut AMD, kombinasi performa per core dan kepadatan core menjadi penting dalam lingkungan agentic. Performa per core dapat mendukung workload yang sensitif terhadap latensi, sedangkan jumlah core yang tinggi membantu meningkatkan concurrency dan throughput pada tingkat rack.

Arsitektur “Venice” menjadi bagian dari portofolio AMD yang mencakup empat keluarga prosesor dengan fondasi software yang sama. Rentangnya mulai dari prosesor 8-core untuk kebutuhan edge hingga prosesor 256-core dan node host AI berskala rack.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan profil CPU dengan kebutuhan setiap tahapan pipeline agentic tanpa harus membangun lingkungan operasi yang berbeda untuk setiap workload.

AMD menyebut “Venice” saat ini telah memasuki tahap produksi. Sejumlah produsen OEM utama tengah menyiapkan peluncuran platform, sementara penyedia layanan cloud terkemuka dijadwalkan mulai mengimplementasikannya pada akhir 2026.

AMD menilai semakin berkembangnya agentic AI akan membuat variasi workload semakin beragam. Karena itu, fleksibilitas infrastruktur, termasuk pada lapisan CPU, menjadi salah satu faktor penting agar perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas komputasi dengan kebutuhan AI yang terus berkembang. (mas)