☰
✕

66% pengguna VMware pertimbangkan dukungan pihak ketiga

JAKARTA (IndoTelko) Perubahan strategi virtualisasi TI mulai dilakukan banyak perusahaan pengguna VMware. Survei global Rimini Street bersama Unisphere Research menunjukkan 66% organisasi responden saat ini telah menggunakan atau sedang mempertimbangkan dukungan pihak ketiga.

Temuan tersebut berasal dari survei “2026 IT Virtualization Survey What’s Next for VMware Users” yang melibatkan 269 eksekutif, manajer, dan profesional dari organisasi pengguna VMware di berbagai negara.

Biaya menjadi faktor terbesar dalam evaluasi terhadap strategi virtualisasi. Sebanyak 90% responden mempertimbangkan alternatif VMware karena kenaikan biaya lisensi. Selain itu, 54% menyebut berakhirnya dukungan untuk lisensi perpetual sebagai alasan mengevaluasi pilihan lain.

Penghematan biaya juga menjadi prioritas utama bagi 73% responden. Namun, perusahaan menghadapi sejumlah tantangan dalam melakukan perubahan, antara lain kompleksitas operasional sebesar 40%, pengelolaan banyak vendor 38%, perluasan permukaan serangan 37%, serta kebutuhan keterampilan SDM 37%.

Survei juga memperlihatkan kecenderungan perusahaan untuk tidak lagi bergantung pada satu platform virtualisasi. Sebanyak 60% responden mempertimbangkan strategi multi-hypervisor, sedangkan 47% memilih pendekatan virtualisasi hibrida yang menggabungkan hypervisor dan container.

Pilihan terhadap VMware Cloud Foundation (VCF) juga belum menjadi keputusan mayoritas. Sebanyak 48% responden menyatakan belum memiliki rencana untuk memindahkan aset mereka ke VCF.

Rimini Street menilai kondisi tersebut menunjukkan perusahaan semakin mempertimbangkan kombinasi infrastruktur on-premises, private cloud, public cloud, serta platform virtualisasi alternatif untuk mendapatkan fleksibilitas dan efisiensi yang lebih besar.

Sementara itu, dukungan pihak ketiga menjadi salah satu opsi yang semakin diperhatikan. Selain 66% responden yang telah menggunakan atau mempertimbangkannya, faktor keamanan menjadi alasan utama bagi 60% responden. Faktor lainnya adalah dukungan instalasi dan implementasi sebesar 57% serta kekhawatiran terhadap layanan dan dukungan sebesar 54%.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian dalam strategi virtualisasi. Sebanyak 77% pemimpin keamanan TI menilai solusi yang menyediakan visibilitas ancaman secara real-time dan perlindungan proaktif terhadap kerentanan akan memberikan manfaat bagi lingkungan virtualisasi mereka.

EVP dan Chief Operating Officer Rimini Street, Keith Costello, mengatakan organisasi membutuhkan lebih banyak pilihan dan kendali dalam menentukan strategi virtualisasi TI.

“Temuan survei ini menegaskan kebutuhan bisnis akan strategi praktis dan independen dari vendor, sehingga prioritas bisnis kembali berada dalam kendali klien,” ujarnya.

Lead Analyst Unisphere Research, Joe McKendrick, menilai perubahan yang dilakukan pengguna VMware bukan semata-mata soal mengganti vendor.

Menurutnya, perusahaan sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada satu penyedia, menjaga keberlangsungan sistem yang penting bagi operasional, sekaligus melakukan modernisasi sesuai kebutuhan bisnis.

Survei dilakukan Unisphere Research bersama Rimini Street pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Seluruh 269 responden merupakan pengguna VMware saat survei berlangsung dan diminta memberikan gambaran mengenai penggunaan, rencana pengembangan, serta persepsi terhadap VMware di bawah Broadcom dan berbagai alternatif yang tersedia. (mas)