☰
✕

Jelang F1 Malaysia, toko merchandise palsu bermunculan

JAKARTA (IndoTelko) - Antusiasme penggemar Formula 1 (F1) dimanfaatkan penjahat siber untuk menjalankan aksi penipuan. Kaspersky menemukan sejumlah situs palsu yang menyamar sebagai toko merchandise resmi F1 menjelang kembalinya ajang balap tersebut di Malaysia pada 24 Oktober 2026.

Situs-situs tersebut menawarkan berbagai pakaian tim dan memorabilia F1 dengan menggunakan logo resmi, foto pembalap, serta identitas tim untuk meyakinkan calon pembeli. Beberapa bahkan dibuat menyerupai toko online profesional dengan fitur pencarian, akun pengguna, keranjang belanja, hingga klaim pengiriman ke berbagai negara.

Masalah muncul ketika korban memasuki tahap pembayaran. Data pribadi dan informasi kartu atau metode pembayaran yang dimasukkan dapat dicuri pelaku. Dalam sejumlah skenario, transaksi tetap berjalan meski barang yang dibeli tidak pernah dikirim.

Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik Adrian Hia mengatakan, popularitas ajang olahraga besar kerap dimanfaatkan pelaku karena penggemar cenderung lebih mudah terbawa antusiasme ketika menemukan merchandise tim atau pembalap favorit.

“Penjahat siber memanfaatkan perubahan fokus ini, di mana rasa antusias dan pengenalan merek bisa mengalahkan sikap waspada untuk melakukan verifikasi,” ujar Adrian.

Menurutnya, penggemar perlu memastikan kredibilitas penjual sebelum memasukkan data pribadi maupun melakukan pembayaran.

Jangan Asal Klik dan Bayar

Kaspersky menyarankan penggemar memeriksa alamat situs secara teliti, termasuk ejaan nama merek dan keaslian domain. Pembelian sebaiknya dilakukan melalui toko atau platform resmi yang memiliki reputasi jelas.

Pengguna juga disarankan menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi situs berbahaya dan serangan phishing.

Selain itu, notifikasi transaksi pembayaran perlu diaktifkan apabila tersedia. Pemeriksaan mutasi rekening secara berkala juga penting untuk mengetahui adanya transaksi yang tidak dikenali.

Kaspersky menilai, meningkatnya popularitas event olahraga global membuat merchandise dan tiket menjadi salah satu umpan yang menarik bagi pelaku penipuan digital. Karena itu, verifikasi sebelum membeli menjadi langkah sederhana untuk mencegah kerugian finansial sekaligus pencurian data pribadi. (mas)