JAKARTA (IndoTelko) - UniPin memanfaatkan ajang Indonesia Comic Con (ICC) 2026 untuk memperluas eksposur gim karya pengembang lokal sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan komunitas gaming.
Berlangsung pada 34 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, UniPin menghadirkan UniPin Gaming Pavilion bersama RedBull, Rabit, HyperX, dan JBL Quantum, dengan dukungan Tokopedia serta H3RO by Tri.
Paviliun tersebut menjadi ruang bagi empat studio gim Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada pengunjung. Keempatnya adalah Lentera Nusantara, Khuga Labs, Team Fossil, dan Yellow Hearts.
Gim yang ditampilkan masing-masing yakni 101 Forgotten, Khuga Bash, Asbak, dan Type Caster. Pengunjung dapat mencoba langsung permainan tersebut selama gelaran ICC 2026.
Kehadiran gim-gim tersebut juga menjadi bagian dari kampanye “Bangga Main Lokal”, yang bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih mengenal sekaligus mengapresiasi karya pengembang gim dalam negeri.
General Manager Business UniPin Global Poeti Fatima mengatakan industri gim Indonesia memiliki potensi besar yang ditopang oleh talenta dan kreativitas lokal.
“Melalui Indonesia Comic Con 2026, UniPin ingin memberikan ruang bagi studio gim lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus mendekatkannya kepada masyarakat,” ujar Poeti.
Selain showcase gim, UniPin Gaming Pavilion menghadirkan sejumlah aktivitas interaktif melalui Stamp Rally Card. Pengunjung berkesempatan memperoleh berbagai hadiah, termasuk kursi gaming, Trading Card Game (TCG), hingga UniPin Credits yang dapat digunakan untuk membeli produk digital di UniPin.
UniPin juga menggandeng komunitas gaming dalam rangkaian kegiatan ICC 2026. Salah satunya melalui dukungan kepada GameHers yang menggelar talkshow bertajuk “Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself”.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju acara puncak GameHers yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2026.
Melalui partisipasinya di ICC 2026, UniPin menempatkan gim lokal dan komunitas sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem gaming Indonesia, tidak hanya melalui akses terhadap produk digital, tetapi juga dengan membuka ruang bagi karya dan talenta lokal untuk lebih dikenal publik. (mas)