☰
✕

Jasa serangan DDoS makin murah di Dark Web

JAKARTA (IndoTelko) - Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) kini semakin mudah diakses melalui pasar gelap digital. Riset terbaru Kaspersky Digital Footprint Intelligence (DFI) menemukan layanan serangan DDoS ditawarkan dengan harga mulai US$1, sementara jasa serangan melalui perantara dibanderol hingga US$2.000.

Temuan tersebut berasal dari analisis terhadap lebih dari 256.000 unggahan terkait DDoS di dark web dan deep web. Kaspersky juga mengidentifikasi 148 pelaku yang aktif menawarkan layanan DDoS setidaknya sejak 2024.

Riset tersebut mengungkap tiga pola utama bisnis DDoS. Pertama, brokered DDoS attacks, yakni serangan yang dilakukan pihak ketiga berdasarkan pesanan. Kedua, DDoS-as-a-Service, berupa akses berlangganan terhadap perangkat atau panel serangan. Ketiga, penggunaan infrastruktur sendiri seperti skrip maupun botnet.

Untuk layanan melalui perantara, sekitar 65% pelaku memasarkannya melalui forum kejahatan siber, sedangkan 35% memanfaatkan Telegram dan Discord.

Kaspersky juga menemukan bahwa serangan pada lapisan aplikasi atau Layer 7 (L7) menjadi metode yang paling banyak ditawarkan. Teknik tersebut muncul dalam 92% kasus yang dianalisis. Sementara teknik Layer 4 (L4), termasuk flood berbasis TCP, UDP, dan DNS, ditawarkan oleh 74% pelaku.

Analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence João Pedro Brandão e Silva mengatakan, harga yang rendah membuat DDoS semakin mudah digunakan oleh pelaku dengan kemampuan teknis terbatas.

“Serangan DDoS telah menjadi pilihan yang lebih praktis dan mudah diakses oleh para pelaku ancaman siber, terutama karena layanan ini terjangkau dan mudah didapatkan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap DDoS perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi keamanan siber dasar perusahaan.

Bisnis Perlu Perkuat Pertahanan

Kaspersky merekomendasikan perusahaan meningkatkan visibilitas terhadap aset dan potensi ancaman di surface web, deep web, hingga dark web. Intelijen ancaman juga dinilai penting untuk membantu tim keamanan memahami risiko dan merespons insiden secara lebih cepat.

Selain itu, perusahaan perlu meningkatkan kesadaran keamanan karyawan serta memperkuat sistem deteksi dan respons dengan dukungan tenaga ahli.

Kaspersky menyarankan penggunaan layanan Managed Detection and Response (MDR) untuk melakukan pemantauan, deteksi, investigasi, dan respons terhadap ancaman siber secara 24/7.

Temuan ini menunjukkan bahwa rendahnya biaya untuk melancarkan DDoS dapat memperluas kelompok pelaku potensial. Bagi perusahaan, kemampuan mendeteksi indikasi serangan sejak dini menjadi semakin penting seiring berkembangnya pasar layanan serangan siber di dark web. (mas)