JAKARTA (IndoTelko) - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melihat adopsi kecerdasan buatan (AI) sebagai sumber pertumbuhan baru setelah lebih dari lima dekade membangun bisnis distribusi dan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Memasuki usia 51 tahun, MTDL kembali masuk dalam daftar FORTUNE Indonesia 100 tahun 2026 dan menempati posisi teratas untuk kategori industri teknologi. Perseroan juga meraih penghargaan Best Technology Sector - IDX Main Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026.
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja mengatakan konsistensi perusahaan selama lebih dari 50 tahun ditopang oleh nilai integritas, profesionalisme, dan semangat kewirausahaan. Nilai tersebut menjadi dasar perseroan untuk beradaptasi terhadap perubahan pasar teknologi.
“Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi kami untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan mengembangkan kapabilitas,” ujar Susanto.
Dari sisi kinerja, pendapatan MTDL meningkat dari Rp18,50 triliun pada 2021 menjadi Rp27,20 triliun pada 2025. Pada 2025, pendapatan tumbuh 8,1% secara tahunan, sedangkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp814 miliar atau meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang dua lini utama MTDL, yakni Distribusi Digital serta Solusi & Konsultasi Digital. Bisnis Distribusi Digital mencatat pertumbuhan penjualan 9% pada 2025, dengan segmen smartphone tumbuh 24,6% dan segmen komersial 7,2%.
Sementara itu, bisnis Solusi & Konsultasi Digital membukukan pertumbuhan pendapatan 4,5% dan laba bersih 12%. Permintaan terhadap layanan Cloud, Hybrid Infrastructure, dan Cybersecurity menjadi salah satu pendorong pertumbuhan segmen tersebut.
Order Booking Data dan AI Tumbuh 53%
Memasuki 2026, MTDL melihat perubahan pola belanja teknologi perusahaan seiring meningkatnya pemanfaatan AI. Kondisi tersebut mulai tercermin dari pertumbuhan bisnis Data & AI perseroan.
Pada semester I 2026, order booking bisnis Data & AI MTDL tumbuh 53% secara tahunan. Sementara itu, bisnis Hybrid AI yang mencakup Hybrid IT dan Infrastructure mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 172% secara tahunan.
Susanto menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan pasar AI Indonesia masih berada pada tahap awal sehingga membuka ruang ekspansi bagi penyedia solusi teknologi.
“Masih baru mulai, berarti masih sangat besar ruang untuk tumbuhnya permintaan dari adopsi AI ini,” katanya.
Untuk menangkap peluang tersebut, MTDL akan memperkuat kapabilitas solusi melalui delapan pilar solusi Metrodata sekaligus memperluas portofolio produk dan layanan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya MTDL mempertahankan pertumbuhan pada 2026 dengan mengandalkan ekspansi pada dua mesin bisnis, yakni Distribusi Digital serta Solusi & Konsultasi Digital.(wn)