JAKARTA (IndoTelko) - PT Bank DBS Indonesia dan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen memperluas pilihan investasi global bagi investor Indonesia melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, reksa dana syariah offshore berdenominasi dolar AS yang memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global di sektor emas dan komoditas.
Produk tersebut menyasar investor dengan profil risiko agresif dan toleransi tinggi terhadap volatilitas. Investor dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan yang bergerak di sektor emas, perak, logam mulia, serta komoditas terkait tanpa harus membeli emas fisik secara langsung.
Pembelian awal produk melalui Bank DBS Indonesia ditetapkan minimum US$10.000. Kerja sama kedua perusahaan diperkenalkan melalui penandatanganan simbolis dan diskusi mengenai perkembangan sektor emas serta komoditas global yang menghadirkan Head of Market Intelligence Bank DBS Indonesia Boy Suhendry dan Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi.
Bank DBS Indonesia melihat kebutuhan diversifikasi portofolio semakin relevan di tengah perubahan ekspektasi suku bunga, pergerakan nilai tukar, dan dinamika harga komoditas global.
DBS Chief Investment Office (DBS CIO) menilai emas dan komoditas memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah aset finansial lainnya. Kebutuhan sumber daya alam, transisi energi, pembangunan infrastruktur, dan isu ketahanan sumber daya menjadi sejumlah faktor yang menopang perhatian investor terhadap sektor tersebut.
Pada Agustus 2026, ETF emas global mencatat arus dana masuk sekitar US$18 miliar dengan total aset kelolaan mencapai US$615 miliar. Permintaan bank sentral dan investor jangka panjang juga menjadi salah satu faktor yang menjaga relevansi emas dalam strategi diversifikasi.
Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, investor dapat memperoleh eksposur terhadap tema emas dan logam mulia melalui saham perusahaan global dalam denominasi dolar AS. Portofolio produk tersebut mencakup sekitar 56 perusahaan global yang dipilih berdasarkan analisis fundamental, antara lain kualitas manajemen, kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan pengelolaan risiko.
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan produk tersebut menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperluas diversifikasi portofolio ke pasar global dengan tetap memperhatikan prinsip syariah.
“Melalui kerja sama dengan Batavia dalam menghadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD, kami ingin memberikan alternatif bagi investor yang mencari eksposur terhadap sektor emas dan komoditas global melalui saham berdenominasi dolar AS dengan tetap memperhatikan prinsip syariah,” ujarnya.
Melfrida menambahkan investor tetap perlu memahami karakteristik dan risiko investasi di pasar modal global sebelum mengambil keputusan.
Nasabah Bank DBS Indonesia dapat membeli Batavia Gold Sharia Equity USD melalui aplikasi DBS digibank. Bank juga menyediakan layanan wealth specialist untuk membantu nasabah menyusun strategi investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan.
Produk tersebut memberikan eksposur yang lebih luas, tidak hanya pada emas dan perak, tetapi juga sejumlah subsektor komoditas seperti tembaga dan pertambangan.
Presiden Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi, mengatakan perkembangan pasar global mendorong investor untuk melihat peluang dari berbagai kelas aset dan wilayah.
“Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan kesempatan bagi investor untuk mengenal lebih jauh potensi sektor emas dan komoditas global melalui saham perusahaan terkait, dengan denominasi dolar AS,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, Bank DBS Indonesia bertindak sebagai salah satu agen penjual dengan pendekatan advisory yang disesuaikan dengan profil dan tujuan investasi nasabah. Sementara Batavia berperan sebagai manajer investasi yang mengelola produk sesuai strategi dan ketentuan yang berlaku.
Investor yang berminat perlu mempelajari karakteristik, strategi investasi, biaya, potensi imbal hasil, serta risiko produk sebelum melakukan pembelian.(wn)