☰
✕

SCG dorong pelajar Sukabumi peduli lingkungan

JAKARTA (IndoTelko) PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, bagian dari SCG, kembali menyalurkan Beasiswa Berprestasi kepada 576 pelajar tingkat SD dan SMP di Kabupaten Sukabumi.

Program yang berlangsung pada 917 September 2026 tersebut menyasar pelajar di lima desa, yakni Kebonmanggu, Sirnaresmi, Tanjungsari, Wangunreja, dan Sukamaju.

Rinciannya, sebanyak 95 siswa berasal dari Kebonmanggu, 132 siswa dari Sirnaresmi, 125 siswa dari Sukamaju, serta masing-masing 112 siswa dari Wangunreja dan Tanjungsari.

President Director PT Semen Jawa, Anawat Pornpunyapat, mengatakan program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai dukungan terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi merupakan investasi untuk masa depan,” ujar Anawat.

Selain bantuan pendidikan, penerima beasiswa mendapatkan sesi Inspiration Talk untuk mendorong pengembangan karakter sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, SCG menghadirkan Hadi Permana, penerima beasiswa SCG Sharing The Dream 2019 yang kini menjadi Ketua Komunitas SCG Warrior Mentari. Komunitas tersebut menggerakkan kampanye pemilahan sampah dengan melibatkan lebih dari 40 relawan.

Gerakan itu telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik. Hingga kini, lebih dari 60 ton sampah telah dikumpulkan dan dikelola di lima desa di Kabupaten Sukabumi.

SCG juga memberikan tas sekolah ramah lingkungan yang dibuat dari material daur ulang limbah sepatu. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pratama sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan produk berbasis daur ulang.

Sejak dimulai pada 2019, Program Beasiswa Berprestasi SCG telah menjangkau 4.268 pelajar berprestasi hingga 2026.

Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita, mengapresiasi keberlanjutan program tersebut karena dinilai memberikan tambahan motivasi bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengenal pentingnya menjaga lingkungan.

Sementara itu, salah satu penerima beasiswa, Adiba Shakilla Nayra, 9 tahun, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai persoalan sampah setelah mengikuti sesi inspirasi.

Ia mengatakan kini ingin mulai menjaga lingkungan dari diri sendiri dan mengajak teman-temannya melakukan hal serupa. (mas)