JAKARTA (IndoTelko) Peluang investasi dan ekspansi perusahaan Jepang di Asia Tenggara terus terbuka seiring semakin terintegrasinya ekosistem bisnis kawasan. Living Lab Ventures (LLV) melihat Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pintu masuk bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan bisnis di ASEAN.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Duta Besar Jepang untuk ASEAN, H.E. Mr. Yonetani Koji, ke Biomedical Campus, KEK ETKI Banten, BSD City, pada 21 September 2026.
Dalam pertemuan dengan jajaran manajemen LLV, dibahas sejumlah peluang penguatan hubungan ekonomi Jepang dan ASEAN, mulai dari investasi lintas negara, akses pasar, ekspansi startup hingga kolaborasi antara korporasi dan ekosistem inovasi.
Salah satu fokus pembahasan adalah Japan Thematic Fund (JTF), inisiatif LLV bersama Spiral Ventures yang diarahkan untuk memperkuat koneksi investasi dan peluang bisnis antara Jepang dan Asia Tenggara, dengan Indonesia menjadi salah satu pasar utama.
Melalui JTF, perusahaan dan startup Jepang tidak hanya berpeluang memperoleh akses pendanaan, tetapi juga dukungan untuk memahami karakter pasar lokal, menemukan mitra strategis hingga membuka jalur go-to-market di kawasan ASEAN.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan hubungan ekonomi Jepang dan Asia Tenggara yang telah terbangun selama puluhan tahun menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di sektor startup, korporasi dan investasi.
“LLV berupaya mengambil peran dengan menghubungkan global capital, businesses, dan innovation dengan peluang investasi dan pertumbuhan di Asia Tenggara,” ujar Bayu.
Menurutnya, ekspansi lintas negara tidak cukup hanya mengandalkan modal. Pemahaman terhadap pasar, jaringan bisnis dan mitra lokal juga menjadi faktor penting agar perusahaan dapat membangun bisnis secara berkelanjutan.
Karena itu, LLV mengombinasikan investasi dengan kolaborasi strategis untuk membantu perusahaan mengeksplorasi pasar baru, membangun kemitraan, melakukan validasi bisnis hingga membuka peluang ekspansi regional.
Berbasis di Indonesia, LLV juga memanfaatkan ekosistem BSD City untuk mempertemukan startup, korporasi, investor dan perusahaan teknologi. Ekosistem tersebut menjadi ruang bagi perusahaan untuk menguji dan memahami kebutuhan pasar Indonesia sebelum masuk ke tahap komersialisasi dan ekspansi ke pasar ASEAN. (mas)