☰
✕

ESET perluas layanan MDR untuk pasar Indonesia

JAKARTA (IndoTelko) — ESET memperluas layanan keamanan sibernya di Indonesia melalui Managed Detection and Response (MDR), yang menggabungkan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan pemantauan pakar keamanan siber selama 24 jam.

Layanan tersebut menyasar organisasi yang membutuhkan kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman di luar jam operasional tim teknologi informasi (TI), tanpa harus membangun Security Operations Center (SOC) sendiri.

ESET mengklaim layanan MDR memiliki rata-rata Mean Time to Respond (MTTR) hingga enam menit. Layanan ini didukung jaringan global ESET yang mencakup lebih dari 100 threat hunter serta PT Prosperita Mitra Indonesia sebagai distributor eksklusif ESET di Indonesia dan Timor Leste.

CTO Prosperita Group Yudhi Kukuh mengatakan kecepatan respons menjadi faktor penting karena serangan siber dapat berkembang dalam waktu singkat.

“Ancaman siber hari ini bergerak dalam hitungan detik, sementara banyak tim IT terjebak dalam rutinitas analisis manual yang melelahkan di luar jam operasional,” ujar Yudhi.

Menurut Yudhi, kombinasi otomatisasi AI dan analisis pakar memungkinkan organisasi mempercepat proses identifikasi serta mitigasi ancaman sebelum serangan berdampak lebih besar terhadap operasional bisnis.

Berbeda dari layanan keamanan yang hanya meneruskan peringatan kepada tim internal, ESET MDR dirancang untuk melakukan pemantauan, deteksi, dan isolasi ancaman secara otomatis. Mekanisme tersebut juga mengurangi kebutuhan analisis log dan investigasi awal secara manual ketika insiden terjadi di luar jam kerja.

Dua Tingkatan Layanan

ESET menawarkan dua tingkatan layanan MDR di Indonesia yang menyasar segmen pengguna berbeda. ESET PROTECT MDR ditujukan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dengan perlindungan terhadap endpoint, email, dan aplikasi cloud serta fitur pengawasan dan patching kerentanan otomatis.

Sementara itu, ESET PROTECT MDR Ultimate menyasar perusahaan skala enterprise dengan kemampuan customized threat hunting, investigasi forensik digital jarak jauh, serta dukungan ekosistem extended detection and response (XDR) melalui ESET Inspect.

ESET MDR juga telah memperoleh sertifikasi SOC 2 Type 2 yang mencakup pengujian terhadap penerapan kontrol terkait keamanan dan perlindungan data. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu aspek yang ditawarkan ESET kepada organisasi yang membutuhkan layanan keamanan sekaligus mendukung kebutuhan kepatuhan.

Perusahaan juga menyediakan fitur patch management otomatis untuk membantu organisasi mengurangi risiko eksploitasi terhadap kerentanan sistem. Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengakses kemampuan pemantauan dan respons tanpa membangun serta mengoperasikan SOC secara mandiri.

“Keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis dan publik. ESET siap berdiri di garda terdepan mendampingi organisasi-organisasi di Indonesia, termasuk UKM, agar tidak hanya compliance tetapi juga memiliki resilience,” kata Yudhi.

Di luar peluncuran layanan, ESET juga menggelar ESET Journalist Writing Competition 2026 bagi jurnalis Indonesia. Kompetisi tersebut berlangsung hingga 31 Oktober 2026 dengan tema “Ketahanan Siber Indonesia di Era Serangan Digital yang Kian Kompleks”.

Peserta dapat mengangkat sejumlah isu keamanan siber, antara lain kebocoran data, social engineering, ketahanan digital, literasi keamanan, AI dalam keamanan siber, ransomware, dan dark web. Naskah harus orisinal, menyebut ESET, serta telah dipublikasikan di media cetak atau daring resmi selama periode kompetisi.

Tiga pemenang kompetisi akan memperoleh hadiah masing-masing Rp10 juta, Rp7,5 juta, dan Rp5 juta. ESET menjadwalkan pengumuman pemenang pada akhir November 2026. (mas)