☰
✕

AstraZeneca investasi US$1,3 juta untuk kesehatan generasi muda

JAKARTA (IndoTelko) — AstraZeneca mengalokasikan investasi US$1,3 juta untuk memperkuat pemerataan kesehatan generasi muda dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia melalui kelanjutan kemitraan dengan UNICEF Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Investasi tersebut menjadi bagian dari Young Health Programme (YHP), program global AstraZeneca yang telah menyalurkan lebih dari US$100 juta sejak diluncurkan pada 2010. Secara global, program tersebut telah menjangkau sekitar 23 juta anak muda di lebih dari 60 negara.

Di Indonesia, AstraZeneca dan UNICEF telah menjalankan YHP sejak 2020. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak muda melalui edukasi kesehatan, kegiatan yang dipimpin generasi muda, penguatan layanan kesehatan, serta dukungan terhadap kebijakan kesehatan remaja.

Pelaksanaan program sebelumnya juga mencakup skrining penggunaan tembakau di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Program tersebut telah melatih lebih dari 25.000 remaja dan 350 advokat muda serta membekali 120 pemimpin muda untuk berkontribusi dalam penyusunan pedoman kesehatan remaja nasional.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay mengatakan investasi pada kesehatan generasi muda diperlukan untuk membangun kesiapan Indonesia menghadapi masa depan.

“Investasi pada kesehatan generasi muda berarti investasi bagi masa depan Indonesia. Penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kemampuan agar mereka dapat membuat pilihan yang lebih sehat sejak dini,” ujar Esra.

Kemitraan sebelumnya juga menghasilkan keterlibatan advokat muda YHP dalam penguatan kebijakan pengendalian tembakau. Kontribusi tersebut antara lain tercermin dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang mengatur sejumlah ketentuan terkait produk tembakau dan rokok elektronik, termasuk usia minimum pembelian.

Untuk periode lima tahun berikutnya, AstraZeneca dan UNICEF akan memusatkan program pada tiga area. Fokus tersebut mencakup peningkatan perilaku hidup sehat dan partisipasi anak muda, penguatan lingkungan serta layanan yang responsif terhadap kebutuhan remaja, dan dukungan terhadap kebijakan serta sistem kesehatan untuk pencegahan PTM.

Perwakilan UNICEF Indonesia Thomas Davin mengatakan kolaborasi tersebut akan diarahkan untuk memperluas akses informasi kesehatan, memperkuat layanan bagi remaja, dan meningkatkan keterlibatan anak muda dalam kebijakan serta program kesehatan.

Implementasi program akan mencakup edukasi pencegahan PTM di sekolah, komunitas, dan platform digital. Program tersebut juga akan meningkatkan kesadaran dan kegiatan skrining serta memperkuat kapasitas remaja, tenaga kesehatan, dan guru dalam pencegahan dan pendampingan.

Secara global, YHP kini memasuki fase baru selama lima tahun melalui kerja sama dengan UNICEF dan sekitar 60 organisasi nonpemerintah. AstraZeneca menyatakan program tersebut akan terus menempatkan generasi muda sebagai penerima manfaat sekaligus pihak yang terlibat dalam mendorong lingkungan yang lebih sehat. (mas)