JAKARTA (IndoTelko) — Huawei memperkuat strategi pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui sistem kolaborasi “Huawei + Mitra” untuk membantu perusahaan mempercepat penerapan AI dari tahap proyek percontohan menuju implementasi berskala industri.
Strategi tersebut diperkenalkan Senior Vice President sekaligus President of Enterprise Sales Huawei Leo Chen dalam HUAWEI CONNECT 2026 di Shanghai, China, melalui pidato utama bertajuk “Scaling All Intelligence for Industry Success”.
Dalam ajang tersebut, Huawei memperkenalkan SCALE, sistem dukungan mitra yang mencakup pengembangan, pengujian, penerapan, hingga pengoperasian solusi AI sesuai kebutuhan pelanggan.
Chen mengatakan kolaborasi dengan mitra diperlukan agar kapabilitas masing-masing pihak dapat digabungkan untuk menyelesaikan kebutuhan bisnis pelanggan.
“Kami ingin membantu mitra mengatasi masalah pelanggan secara lebih efisien dan di saat yang sama membantu pelanggan mewujudkan adopsi AI dalam skala besar,” ujarnya.
Lima Pilar
Huawei menilai mitra menghadapi sejumlah tantangan ketika membawa solusi AI dari tahap uji coba menuju penerapan industri. Tantangan tersebut mencakup pengembangan solusi, integrasi dan verifikasi, implementasi, operasi dan pemeliharaan, hingga koordinasi antarsistem.
SCALE menawarkan lima area dukungan, yaitu Scenario-based Solutions, Co-innovation, Aligned Marketing, Local Services & Consistent Quality, serta Efficient Collaboration.
Melalui Scenario-based Solutions, Huawei menyediakan infrastruktur AI yang mencakup komputasi, penyimpanan, jaringan, keamanan, dan perlindungan data. Huawei juga memperkenalkan dua solusi AI, yaitu SMECE dan DCS AI Solution.
Kapabilitas tersebut telah digunakan mitra Huawei untuk mengembangkan lebih dari 100 solusi berbasis skenario di delapan industri. Model tersebut ditujukan untuk memperluas penerapan AI berdasarkan kebutuhan spesifik setiap sektor.
Pada sisi inovasi, Co-innovation menyediakan arsitektur referensi dan lingkungan pengujian Huawei bagi mitra. Huawei telah menyiapkan arsitektur referensi untuk 48 skenario yang dapat digunakan dalam perancangan, pengembangan, pengujian, dan verifikasi solusi.
Huawei juga menyediakan berbagai perangkat pengembangan melalui OpenLab berbasis cloud untuk membantu mitra mempercepat proses integrasi dan validasi solusi.
Perluas Akses
Melalui Aligned Marketing, Huawei membantu mitra mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan membawa solusi ke pasar. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan visibilitas serta memperluas penerapan solusi yang telah berhasil digunakan.
Huawei telah membangun lebih dari 130 showcase secara daring dan luring bersama pelanggan di berbagai negara untuk memperlihatkan penerapan serta hasil validasi solusi.
Sementara itu, Local Services & Consistent Quality diarahkan untuk memperkuat kemampuan layanan lokal mitra melalui pemanfaatan pengetahuan, perangkat, dan pengalaman Huawei melalui O3 Partner Service Enablement Platform.
Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Program pelatihan dan sertifikasi Huawei telah menghasilkan lebih dari 50.000 tenaga profesional AI dalam tiga tahun terakhir.
Untuk mendukung efisiensi kolaborasi, Huawei menyediakan HUAWEI eFly dan HUAWEI ePartner sebagai portal terpadu bagi mitra. Kedua platform tersebut mendukung aktivitas pemasaran, transaksi, dan layanan serta menyediakan dokumentasi, perangkat, antarmuka TI, konfigurasi berbantuan AI, dan fitur tanya jawab berbasis AI.
Chen mengatakan penerapan praktik AI yang telah teruji di berbagai sektor dapat memperluas pemanfaatan teknologi tersebut di kalangan organisasi.
“Kecerdasan industri sedang menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan Huawei ingin bekerja sama dengan para pelanggan dan mitra untuk menerapkan standar keberhasilan secara luas,” katanya.
Mengusung tema “Advancing the Agentic World”, HUAWEI CONNECT 2026 membahas perkembangan AI dari sisi strategi, teknologi, dan ekosistem. Forum tersebut juga memperkenalkan sejumlah inisiatif, infrastruktur digital dan cerdas, solusi industri berbasis skenario, serta perangkat pengembangan terbaru Huawei. (mas)