☰
✕

IBM dan NASA luncurkan Model AI untuk eksplorasi bulan

JAKARTA (IndoTelko) IBM dan NASA meluncurkan NASA-IBM Lunar Foundation Model, model AI open-source yang dirancang untuk membantu ilmuwan mengolah data observasi Bulan dalam skala besar.

Model ini dikembangkan menggunakan data yang dikurasi IBM dan NASA dari berbagai instrumen selama puluhan tahun. Teknologi tersebut memungkinkan peneliti menggabungkan data multimodal dengan resolusi berbeda untuk menemukan pola dan karakteristik Bulan yang sulit diidentifikasi melalui analisis terpisah.

Chief Science Data Officer dan Acting Chief Data and AI Officer NASA, Kevin Murphy, mengatakan tantangan eksplorasi Bulan bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga membuatnya mudah digunakan untuk menghasilkan penemuan baru.

Deteksi Es, Vulkanik dan Kawah

NASA-IBM Lunar Foundation Model dapat digunakan untuk berbagai penelitian, termasuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi memiliki endapan es, memetakan fitur vulkanik serta mendeteksi kawah.

Dalam pengujian terkait potensi es, model tersebut diklaim mampu menurunkan Root Mean Square Error (RMSE) hingga 22% dibandingkan model SwinV2-B (ImageNet).

Untuk pemetaan fitur vulkanik Irregular Mare Patches, model mampu meningkatkan cakupan pemetaan sebesar 3% dibandingkan SwinV2-B. Sementara untuk deteksi kawah pada resolusi sekitar 100 meter, model dilaporkan unggul hampir 19% dengan menggunakan separuh data pelatihan.

Kemampuan tersebut dapat membantu penelitian mengenai sejarah geologi Bulan sekaligus mendukung perencanaan misi, termasuk identifikasi lokasi pendaratan dan pembangunan infrastruktur di masa depan.

Director of IBM Research Europe, UK and Ireland, Juan Bernabe-Moreno, mengatakan model tersebut memungkinkan ilmuwan menghubungkan data dari berbagai instrumen dan mengeksplorasi Bulan dalam skala yang lebih besar.

Bersamaan dengan model AI, IBM dan NASA juga merilis kumpulan data Bulan open-source yang mengintegrasikan lebih dari 30 lapisan data dari sembilan instrumen dan empat misi. Dataset tersebut mencakup puluhan ribu citra dan peta dari misi seperti NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), GRAIL, serta SELENE/Kaguya milik JAXA.

Model ini menjadi bagian dari keluarga Prithvi, open foundation model IBM-NASA untuk berbagai bidang, termasuk geospasial, cuaca, heliofisika dan kini eksplorasi Bulan. Dengan pendekatan open-source, peneliti dapat menggunakan model tersebut sebagai fondasi untuk mengembangkan aplikasi dan penelitian baru tanpa harus membangun model AI dari awal. (mas)