JAKARTA (IndoTelko) — Red Hat memperluas portofolio tools untuk developer guna membantu perusahaan membawa pengembangan agentic artificial intelligence (AI) dari tahap eksperimen lokal menuju implementasi produksi di lingkungan hybrid cloud.
Penguatan tersebut dilakukan melalui ketersediaan Red Hat Desktop serta sejumlah pembaruan pada Red Hat Advanced Developer Suite. Rangkaian kemampuan tersebut ditujukan untuk menyediakan lingkungan pengembangan yang konsisten sekaligus memperkuat keamanan dan tata kelola aplikasi berbasis AI.
Senior Director, Product Management Red Hat James Labocki mengatakan perkembangan agentic AI mengubah kebutuhan perusahaan terhadap proses pengembangan aplikasi.
“Dengan membangun jalur produksi tepercaya di seluruh hybrid cloud menggunakan Red Hat Advanced Developer Suite dan menyediakan lingkungan yang konsisten melalui Red Hat Desktop dan Red Hat OpenShift Dev Spaces, kami membantu para developer mempercepat dan menguasai strategi AI mereka dengan tingkat ketelitian yang sama seperti yang mereka terapkan pada aplikasi IT inti,” ujarnya.
Dari Eksperimen
Red Hat Desktop kini tersedia secara umum dengan dukungan komersial untuk Red Hat build of Podman Desktop. Platform tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan container dan AI secara lokal pada perangkat developer.
Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah sandboxing untuk agen AI. Developer dapat menjalankan dan menguji agen otonom dalam lingkungan terisolasi pada perangkat lokal sehingga aktivitas agen yang belum terverifikasi tidak langsung memengaruhi sistem operasi utama.
Pendekatan tersebut memungkinkan developer menguji sekaligus mengamati perilaku agen sebelum menerapkannya ke lingkungan yang lebih luas.
Red Hat juga memperluas Red Hat OpenShift Dev Spaces, lingkungan pengembangan berbasis cloud, dengan dukungan terhadap berbagai coding assistant berbasis AI. Integrasi terbaru mencakup AWS Kiro dalam tahap technical preview, melengkapi dukungan yang telah tersedia untuk Microsoft Copilot, Claude CLI, Cline, Continue, Roo, dan tools lainnya.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan tim developer memilih coding assistant maupun model AI sesuai kebutuhan, termasuk menggunakan model privat untuk memenuhi persyaratan keamanan dan kedaulatan data perusahaan.
Perkuat Keamanan
Red Hat juga memperbarui Advanced Developer Suite dengan sejumlah kemampuan untuk memperkuat keamanan rantai pasok software.
Salah satunya adalah trusted software factory yang tersedia dalam tahap developer preview. Fitur tersebut menggunakan praktik cloud-native dari CNCF dan proses build internal Red Hat untuk menyediakan fondasi CI/CD yang dapat digunakan maupun disesuaikan pelanggan.
Sementara itu, Red Hat Trusted Libraries menyediakan paket Python yang dikurasi dengan infrastruktur SLSA Level 3, dilengkapi software bill of materials (SBOM) dan tanda tangan kriptografis.
Pendekatan tersebut membantu perusahaan memperoleh gambaran yang lebih transparan dan dapat diverifikasi mengenai komponen software yang digunakan sejak tahap awal pengembangan.
Red Hat juga memperkenalkan kemampuan exploit intelligence berbasis AI yang memanfaatkan NVIDIA AI Blueprint. Teknologi tersebut menganalisis kerentanan dan menentukan apakah fungsi yang memiliki celah keamanan benar-benar dapat diakses dalam runtime aplikasi.
Kemampuan tersebut memungkinkan developer memprioritaskan perbaikan berdasarkan risiko eksploitasi yang lebih relevan terhadap aplikasi, bukan hanya berdasarkan jumlah kerentanan yang ditemukan.
Red Hat menilai rangkaian kemampuan tersebut dapat membentuk siklus pengembangan AI yang lebih terstandardisasi, mulai dari perangkat lokal dan lingkungan cloud hingga implementasi produksi menggunakan Red Hat OpenShift.
Dengan pendekatan tersebut, agen AI diperlakukan sebagai aplikasi enterprise yang membutuhkan pengujian, keamanan, tata kelola, serta proses implementasi terukur sebelum digunakan di lingkungan produksi. (mas)