☰
✕

GAC raih penghargaan tertinggi Geneva lewat teknologi EV

JAKARTA (IndoTelko) Teknologi penggerak kendaraan listrik GAC Group kembali mendapat pengakuan internasional. Teknologi manufaktur presisi untuk stator core berbahan ultra-thin amorphous material yang dikembangkan GAC bersama mitra industri meraih Gold Medal with the Congratulations of the Jury pada 51st International Exhibition of Inventions of Geneva.

Penghargaan tersebut merupakan pengakuan tertinggi dalam ajang inovasi yang telah digelar sejak 1973. Tahun ini, lebih dari 1.000 proyek dari 35 negara dan wilayah dipamerkan.

Berbeda dengan Gold Medal biasa, penghargaan Gold Medal with the Congratulations of the Jury diberikan melalui seleksi lanjutan terhadap para penerima Gold Medal dan membutuhkan persetujuan bulat dari seluruh anggota juri.

Inovasi GAC berfokus pada penggunaan material amorphous ultra-tipis sebagai stator core, salah satu komponen penting dalam motor listrik. Material tersebut memiliki permeabilitas magnetik tinggi dan iron loss yang rendah sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi sistem penggerak kendaraan listrik.

GAC mengembangkan amorphous ribbon dengan ketebalan hanya 25 mikron atau 0,025 mm. Material ini memiliki saturation magnetic induction hingga 1,68 Tesla dan iron loss sebesar 5,7 W/kg, sekitar 50% lebih rendah dibandingkan ultra-thin silicon steel.

Tantangannya, material amorphous memiliki karakter sangat tipis, keras, sekaligus rapuh. Kondisi tersebut membuat proses pemotongan, pembentukan, dan penyusunannya menjadi stator core untuk kebutuhan produksi otomotif membutuhkan teknologi manufaktur khusus.

GAC kemudian mengembangkan sejumlah proses, mulai dari multi-layer compounding, precision stamping, lamination, Vacuum Pressure Impregnation (VPI), hingga drying. Teknologi high-speed precision stamping yang digunakan mampu mencapai 200 strokes per minute, sedangkan proses lamination menghasilkan stacking factor stator core lebih dari 92%.

Inovasi tersebut kemudian diterapkan pada GAC Quark Electric Drive 2.0 Amorphous-Carbon Fiber Super Electric Drive, yang memadukan stator berbasis amorphous alloy dengan rotor berbasis carbon fiber.

Berdasarkan pengujian yang disertifikasi China Automotive Engineering Research Institute (CAERI) pada 2025, motor dengan teknologi amorphous stator tersebut mencatat peak efficiency 99,03%. Sementara sistem electric drive mencatat CLTC operating efficiency sebesar 94,184%.

Menurut GAC, efisiensi tersebut berpotensi memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 3050 kilometer dengan kapasitas baterai yang sama, tergantung kondisi penggunaan dan konfigurasi kendaraan.

Teknologi Quark Electric Drive 2.0 dengan stator amorphous alloy juga telah masuk tahap produksi massal dan diterapkan pada sejumlah kendaraan listrik GAC, termasuk AION N60, 2027 AION RT, dan 2027 AION i60.

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kemampuan GAC dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik mulai dari material, proses manufaktur, hingga sistem penggerak yang dapat diproduksi secara massal.

“Pengembangan electric drive merupakan bagian penting dari perjalanan GAC dalam menghadirkan teknologi kendaraan listrik yang semakin efisien. Pengakuan tertinggi di International Exhibition of Inventions of Geneva menjadi apresiasi terhadap kemampuan GAC dalam membawa inovasi dari tingkat material dan manufaktur hingga menjadi teknologi yang dapat diterapkan secara massal,” ujar Andry.

GAC sendiri telah mengembangkan teknologi electric drive sejak 2010. Pengembangan tersebut kemudian diperluas dari integrasi sistem hingga material, komponen inti, dan proses manufaktur.

Sejumlah teknologi Quark Electric Drive sebelumnya juga memperoleh pengakuan internasional. Pada 2023 hingga 2025, beberapa teknologi Quark Electric Drive masuk dalam daftar “World’s Top Ten Electric Drive Systems”.

Pada 2025, Quark Electric Drive 2.0 High-Efficiency High-Power-Density Amorphous-Carbon Fiber E-Drive juga terpilih sebagai satu-satunya teknologi powertrain dalam daftar “Global NEVs Cutting-edge & Innovative Technologies”.

Sementara pada 2026, sistem teknologi industrialisasi Quark Electric Drive dinilai telah mencapai tingkat “internationally leading level” oleh panel akademisi dan pakar yang dikoordinasikan China Society of Automotive Engineers.

Bagi GAC, pengembangan pada tingkat material menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi kendaraan listrik. Strategi tersebut melengkapi pengembangan baterai dengan optimalisasi komponen penggerak agar energi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Melalui Quark Electric Drive 2.0, GAC mengintegrasikan inovasi material, desain motor, manufaktur presisi, efisiensi energi, dan kepadatan daya dalam satu sistem yang telah memasuki tahap produksi massal. (mas)