☰
✕

Adopsi Bitcoin di Indonesia menguat, transaksi FLOQ naik 15%

JAKARTA (IndoTelko) Aktivitas investor aset kripto di Indonesia kembali meningkat seiring penguatan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan terakhir. Data internal FLOQ mencatat volume transaksi di platform tersebut naik lebih dari 15% dalam sepekan hingga 23 September 2026.

Bitcoin sempat menyentuh US$87.363 pada 21 September 2026, sebelum bergerak kembali di kisaran US$86.000. Data pasar juga mencatat BTC berada di sekitar US$86.470 pada 23 September. (Yahoo Keuangan⁠)

Penguatan harga tersebut turut meningkatkan perhatian investor terhadap pasar aset digital. Arus dana ke ETF Bitcoin spot serta aksi short covering menjadi sejumlah faktor yang ikut menopang pergerakan Bitcoin dalam periode tersebut. (The Edge Singapore⁠)

Adopsi Bitcoin Indonesia

Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut terjadi di tengah tingginya tingkat kepemilikan Bitcoin di Indonesia.

Data Cornell Bitcoin Adoption Index menunjukkan sekitar 18% populasi dewasa Indonesia pernah atau sedang memiliki Bitcoin. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat sebesar 14% dan Jepang 10%.

Riset yang dikembangkan Cornell Brooks Tech Policy Institute tersebut melibatkan lebih dari 25.000 responden dan lebih dari 250 wawancara di 25 negara. Penelitian ini mengkaji hubungan adopsi Bitcoin dengan faktor ekonomi, inklusi keuangan, persepsi masyarakat serta pola penggunaannya. (Cornell Bitcoin Club⁠).

Profil kepemilikan di Indonesia juga menunjukkan keterlibatan kelompok berpenghasilan dan berpendidikan tinggi. Berdasarkan data yang dirujuk FLOQ, tingkat kepemilikan pada kelompok berpenghasilan tinggi mencapai sekitar 20%, sementara kelompok dengan pendidikan sarjana atau lebih tinggi juga berada di kisaran 20%.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan tingginya angka tersebut menunjukkan Bitcoin telah dikenal oleh berbagai kelompok masyarakat di Indonesia.

“Data adopsi Bitcoin di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok. Tantangannya sekarang adalah memastikan pertumbuhan adopsi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan pemahaman terhadap risiko,” ujar Yudho.

Menurutnya, kenaikan harga Bitcoin dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap aset digital. Namun, peningkatan jumlah pengguna perlu diikuti pemahaman mengenai karakteristik, volatilitas dan risiko aset kripto.

Transaksi FLOQ Naik

Kenaikan aktivitas perdagangan juga tercermin pada platform FLOQ. Perusahaan mencatat volume transaksi meningkat lebih dari 15% ketika harga Bitcoin menguat dalam sepekan terakhir.

Yudho mengatakan pergerakan harga yang signifikan cenderung kembali menarik perhatian investor untuk memantau dan melakukan transaksi.

“Kami melihat kenaikan volume transaksi lebih dari 10 persen seiring dengan penguatan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan, investor kembali meningkatkan perhatian dan aktivitasnya di pasar,” jelasnya.

Ia menilai momentum tersebut perlu diikuti edukasi agar investor tidak sekadar mengikuti pergerakan harga, tetapi juga memahami faktor yang memengaruhi pasar dan risiko dari setiap keputusan transaksi.

Pertumbuhan aktivitas perdagangan juga berlangsung seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem aset digital Indonesia, baik dari sisi jumlah pengguna maupun kerangka regulasi dan pengawasan industri.

Bagi FLOQ, meningkatnya perhatian terhadap Bitcoin menunjukkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem aset digital. Namun, pertumbuhan tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan literasi dan pemahaman risiko.

“Momentum kenaikan harga Bitcoin sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun pertumbuhan pasar yang diikuti edukasi dan pemahaman risiko,” pungkas Yudho. (mas)