☰
✕

Grab dorong ekosistem inklusif bagi teman tuli

JAKARTA (IndoTelko) Grab Indonesia memperluas program inklusivitas melalui edukasi bahasa isyarat, distribusi perlengkapan pendukung komunikasi, serta pengembangan fitur digital bagi Teman Tuli.

Program bertajuk “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” tersebut digelar bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional. Rangkaian kegiatan melibatkan Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan Grab.

Dalam program tersebut, sekitar 650 mitra Grab di enam kota mendapatkan edukasi bahasa isyarat. Grab juga mendistribusikan 1.000 rompi Teman Setara kepada Mitra Pengemudi Tuli.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan perjalanan Grab bersama komunitas Teman Tuli telah berlangsung hampir satu dekade, dengan fokus yang tidak hanya pada akses layanan, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang lebih setara.

“Ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” ujarnya.

Edukasi hingga Dukungan Digital

Edukasi bahasa isyarat bagi Mitra Pengemudi dilakukan melalui Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat di Medan, Semarang, dan Jakarta. Program ini mendapat dukungan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork).

Selain menjadi sarana berbagi pengalaman bagi Mitra Pengemudi, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari komunikasi dasar yang dapat digunakan saat berinteraksi dengan Teman Tuli.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Grab bersama Indosat mendistribusikan 1.000 rompi Teman Setara untuk Mitra Pengemudi Tuli. Rompi tersebut memuat ilustrasi bahasa isyarat dasar, termasuk sejumlah gestur sederhana untuk membantu komunikasi antara pengemudi dan penumpang.

Kontribusi pelanggan melalui pembelian produk IM3 dan Tri di aplikasi Grab turut mendukung produksi rompi tersebut. Kegiatan juga diisi sesi pembelajaran bahasa isyarat bersama kreator konten dan penyanyi Idgitaf.

Imelda Situmorang, Mitra Pengemudi Perempuan Grab sekaligus Teman Tuli, mengatakan rompi tersebut membantu komunikasi karena informasi visual yang tersedia dapat digunakan saat berinteraksi dengan penumpang.

Di sisi lain, Grab mencatat sebanyak 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara memperoleh akses pendapatan dan peluang kemandirian finansial melalui GrabAccesssepanjang 2025.

Program inklusivitas juga menyasar Mitra GrabMerchant. Sebanyak 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta mengikuti edukasi bahasa isyarat melalui kegiatan Teras Perwira Spesial Hari Bahasa Isyarat.

Para pelaku usaha tersebut mendapatkan pembelajaran mengenai bahasa isyarat dasar yang dapat diterapkan dalam pelayanan kepada pelanggan, termasuk Teman Tuli.

Di lingkungan internal, Grab menghadirkan pop-up booth Kopi Sunyi di kantor pusat Grab Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi karyawan atau Grabbers untuk belajar bahasa isyarat sekaligus berinteraksi dengan Mitra GrabMerchant penyandang disabilitas.

Grab juga mengadakan sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli. Melalui kegiatan ini, karyawan dapat mengikuti pengalaman mitra ketika menjalankan pesanan sekaligus memahami tantangan komunikasi yang dihadapi dalam aktivitas sehari-hari.

Selain edukasi, Grab mengembangkan sejumlah fitur untuk mengurangi hambatan komunikasi. Disable Call, misalnya, memungkinkan Mitra Pengemudi Tuli berkomunikasi dengan pelanggan melalui pesan teks sebagai pengganti panggilan telepon.

Dukungan tersebut dilengkapi GrabSupport, yang menyediakan bantuan melalui teks, chat, dan bahasa isyarat bagi mitra penyandang disabilitas. Sementara Smart Suggestion Chat Informationmembantu mitra memahami kebutuhan komunikasi pelanggan penyandang disabilitas.

Grab menyatakan berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk menggabungkan edukasi, aksesibilitas, dan teknologi guna menciptakan ekosistem yang memungkinkan Teman Tuli berinteraksi, bekerja, dan berkembang secara lebih setara. (mas)