☰
✕

BDx mulai bangun AI Campus 2 berkapasitas 640 MW

JAKARTA (IndoTelko) - BDx Data Centers (BDx) mulai membangun AI Campus 2 (CGK4) di Jatiluhur, Jawa Barat. Kawasan data center yang disiapkan dengan kapasitas hingga 640 MW tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI berdensitas tinggi di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.

Seremoni groundbreaking dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein bersama jajaran manajemen BDx dan BDx Indonesia.

CGK4 telah mengamankan pasokan listrik jaringan sebesar 845 MVA dari PLN. Kapasitas tersebut menjadi bagian dari total pasokan listrik lebih dari 1,2 GVA yang telah diamankan BDx untuk seluruh kawasan data center siap-AI di Indonesia.

Pengembangan CGK4 ditargetkan berlangsung sekitar tiga tahun dan dilakukan secara bertahap. Gedung-gedung di dalam kawasan akan dioperasikan sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan pelanggan terhadap kapasitas komputasi AI.

Gedung pertama mulai dibangun

Tahap awal pembangunan mencakup Gedung 1 yang menjadi bagian pertama dari enam gedung yang direncanakan di CGK4. Gedung tersebut akan menyediakan kapasitas IT hingga 120 MW secara bertahap.

Fase pertama yang telah mendapatkan kontrak ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. Fasilitas ini menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling yang dirancang untuk mendukung kepadatan hingga 500 kW per rak, termasuk untuk akselerator AI generasi saat ini maupun generasi berikutnya.

CGK4 juga telah memperoleh sertifikasi dalam program NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Centerpada April 2025.

Lokasinya berada sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur dan akan mendapatkan pasokan listrik melalui jaringan nasional PLN. BDx juga tengah menjajaki penggunaan sumber energi rendah karbon, termasuk pemanfaatan tenaga air bersama PJT.

CEO BDx Data Centers Mayank Srivastava mengatakan pembangunan CGK4 menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk mendukung perkembangan AI di Indonesia.

“Indonesia tengah memasuki fase baru pembangunan digital dan AI, dan CGK4 merupakan investasi jangka panjang pada infrastruktur yang dibutuhkan pada fase tersebut,” ujar Mayank.

Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang untuk menyediakan kapasitas komputasi berdensitas tinggi yang dapat dikembangkan secara bertahap sehingga beban kerja AI dapat lebih cepat masuk ke tahap produksi.

Bidik kebutuhan AI di Indonesia

BDx menyebut CGK4 telah menarik minat dari sejumlah hyperscaler, perusahaan teknologi global, penyedia cloud berbasis AI, serta pelaku usaha yang membutuhkan kapasitas data center siap-AI di Asia Tenggara dan pasar lainnya.

CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan pembangunan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan AI di dalam negeri.

“Ini adalah langkah nyata bagi ekonomi digital Indonesia. Kami menghadirkan infrastruktur AI yang berdaulat dan berdensitas tinggi bersama para mitra nasional,” kata Agus.

Ia menambahkan, infrastruktur tersebut dapat digunakan perusahaan lokal, pemerintah, dan pengembang untuk menjalankan beban kerja AI di dalam negeri sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja terampil di Jawa Barat.

CGK4 menjadi bagian dari ekspansi platform BDx di Indonesia yang didukung fasilitas pinjaman senilai US$320 juta pada 2026.

Selain AI Campus 2 (CGK4), platform BDx di Indonesia mencakup AI Campus 1 (CGK3/3A) dan AI Campus 3 (CGK5). Secara keseluruhan, ketiga kawasan tersebut memiliki kapasitas pasokan listrik lebih dari 1,2 GVA yang telah diamankan untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI. (mas)