☰
✕

Bigetron Juara FFWS SEA, Indonesia cetak sejarah di Surabaya

JAKARTA (IndoTelko) - Bigetron by Vitality keluar sebagai juara Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall setelah mengamankan Booyah pada Game 12 Grand Finals di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Minggu (20/9).

Gelar tersebut sekaligus mengembalikan trofi FFWS SEA ke Indonesia. Bigetron juga mencatat sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang menjuarai FFWS SEA ketika Grand Finals digelar di Tanah Air.

Bigetron memasuki pertandingan terakhir dengan 111 poin dan status Champion Rush. Setelah persaingan berlangsung hingga game ke-12, Bigetron berhasil bertahan sebagai salah satu dari empat tim terakhir bersama RRQ Kazu, GOW, dan All Gamers Global (AG.AL).

Setelah RRQ Kazu tersingkir, Bigetron mengeliminasi pemain terakhir GOW sebelum menghadapi pemain terakhir AG.AL. Dengan empat pemain masih bertahan, Bigetron memenangkan duel akhir dan mengamankan Booyah yang memastikan gelar juara.

Drama hingga Game 12

Perjalanan Bigetron menuju podium tertinggi tidak berlangsung mulus. Setelah meraih Booyah pada Game 3, performa mereka sempat terganggu akibat jeda pertandingan yang panjang. Tim kemudian harus kembali mengumpulkan poin untuk mempertahankan peluang juara.

Persaingan semakin ketat menjelang dua game terakhir. GOW dua kali berada di posisi yang berpeluang mengunci gelar, tetapi upayanya digagalkan Buriram United Esports pada Game 10 dan Team Falcons pada Game 11.

Dua Booyah tersebut membuat perebutan gelar berlanjut ke Game 12. Kondisi ini bahkan membuat 11 tim masih memiliki peluang menjadi juara melalui mekanisme Champion Rush.

Pelatih Bigetron by Vitality Christian Jonathan Pascoal (CHRISJO) mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kemampuan pemain beradaptasi dan keluar dari zona nyaman sepanjang kompetisi.

“Para pemain harus keluar dari zona nyaman, mempelajari berbagai role baru, dan terus beradaptasi demi mencapai kemenangan. Mereka menerima setiap tantangan, mempercayai proses, dan berjuang sampai akhir,” ujar Chrisjo.

Bagi Bigetron, gelar FFWS SEA 2026 Fall menjadi trofi regional kedua sepanjang tahun ini setelah sebelumnya menjuarai Free Fire MAX Asia Invitational 2026 Summer pada Juni 2026.

Bigetron juga menjadi tim Indonesia kedua yang menjuarai FFWS SEA setelah ONIC meraih gelar pada musim 2025 Spring.

Tiga tim Indonesia ke Global Finals

Prestasi Indonesia di FFWS SEA 2026 Fall tidak berhenti pada Bigetron. RRQ Kazu dan ONIC turut finis di delapan besar sehingga mengamankan tiket menuju FFWS Global Finals 2026. Sementara MBR Omega belum berhasil menembus zona kualifikasi.

Bigetron, RRQ Kazu, dan ONIC akan bergabung dengan GOW, P Esports, AG.AL, Team Flash, serta Buriram United Esports sebagai delapan wakil Asia Tenggara di Global Finals.

Turnamen dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di BITEC Live, Bangkok, Thailand, pada 2829 November 2026.

Dari sisi penyelenggaraan, FFWS SEA 2026 Fall juga mencatat sejumlah rekor. Grand Finals yang berlangsung 1820 September di Tunjungan Plaza Convention Hall dan Atrium Area dihadiri lebih dari 7.500 penggemar.

Format Champion Rush menghasilkan 12 game, menjadikannya Grand Finals terpanjang dalam format tersebut. Berdasarkan data Esports Charts, siaran pada 20 September mencatat 681.910 Peak Viewers, naik 13,8% dibandingkan musim Spring.

Total turnamen juga membukukan lebih dari 10,75 juta Hours Watched, yang menjadikannya kompetisi regional FFWS dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang sejarah. (mas)