☰
✕

NeutraDC bidik 1 GW untuk infrastruktur Sovereign AI

JAKARTA (IndoTelko) - TelkomGroup memperkuat kesiapan infrastruktur komputasi nasional untuk mendukung pengembangan Sovereign AI Indonesia. Melalui NeutraDC, Telkom menyiapkan pengembangan AI data center dengan kapasitas hingga 1 GW yang akan dibangun secara bertahap di sejumlah wilayah.

Rencana tersebut dibahas dalam National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop yang digelar Danantara Indonesia di Jakarta. Workshop bertema “Building Indonesia’s Sovereign AI Infrastructure: Validating National Demand, Data Center & Power Readiness” tersebut mempertemukan BUMN, regulator, penyedia infrastruktur digital, serta sektor energi.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, Telkom memiliki peran sebagai tulang punggung infrastruktur digital nasional untuk mendukung kebutuhan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity, khususnya bagi pemerintah dan BUMN.

“Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan,” ujar Seno.

Kebutuhan komputasi AI meningkat

Workshop tersebut memetakan prioritas penggunaan AI di lingkungan BUMN sekaligus menghitung kebutuhan compute dan kapasitas IT dalam tiga skenario, yakni Low, Base, dan High.

Hasil pemetaan terhadap lebih dari 70 responden BUMN menunjukkan kebutuhan data center yang cukup besar. Sektor perbankan menjadi salah satu kontributor utama, disusul sektor mobilitas dan kesejahteraan.

Dari sisi wilayah, kebutuhan paling banyak terkonsentrasi di Jawa-Madura-Bali (Jamali), kemudian Batam dan Indonesia Timur. Permintaan tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 2030 seiring dengan semakin luasnya penggunaan AI di lingkungan BUMN.

Pola pemanfaatan AI juga diperkirakan berubah. Pada 20262029, AI masih banyak digunakan sebagai alat bantu aktivitas sehari-hari. Memasuki 2030, penggunaannya diproyeksikan bergerak menuju agentic AI dan operasional yang lebih terintegrasi. Konsumsi untuk kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 70% dari total kapasitas data center.

Menangkap kebutuhan itu, NeutraDC menyiapkan pengembangan AI data center hingga 1 GW yang mencakup Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado. Pengembangan tersebut diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota untuk memperluas distribusi kemampuan komputasi ke berbagai wilayah.

Dari sisi energi, PLN menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis dalam penyediaan listrik yang andal dan energi hijau, termasuk pasokan listrik berskala gigawatt untuk mendukung pertumbuhan data center sekaligus agenda dekarbonisasi.

Masuk tahap penjajakan investasi

Direktur Utama NeutraDC Rakhmad Tunggal Afifuddin menjelaskan, perusahaan telah menyiapkan strategi pengembangan bertahap menuju kapasitas 1 GW, termasuk penerapan strategi tiga wilayah atau 3-region strategy untuk mendukung pemerataan kapasitas komputasi AI.

Sementara itu, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei menekankan pentingnya menyelaraskan proyeksi kebutuhan AI dengan kesiapan infrastruktur digital dan energi agar investasi BUMN memberikan nilai strategis yang terukur.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian serta dukungan regulasi dalam membangun ekosistem AI yang berdaulat.

Hasil validasi kebutuhan pada hari pertama workshop selanjutnya menjadi dasar untuk agenda berikutnya yang akan membahas peluang investasi Phase-1, termasuk penjajakan aspek bankabilitybersama investor dan lembaga pembiayaan.

Langkah tersebut diarahkan untuk menyatukan proyeksi kebutuhan AI nasional dengan kesiapan data center dan energi, sekaligus membangun fondasi komputasi AI Indonesia yang berdaulat, andal, dan berkelanjutan. (mas)