☰
✕

Jobstreet by SEEK integrasikan AI untuk pangkas proses rekrutmen

JAKARTA (IndoTelko) - Proses rekrutmen kini semakin mengandalkan teknologi untuk mengurangi pekerjaan administratif sekaligus memperkuat interaksi antara perusahaan dan kandidat.

Melihat kebutuhan tersebut, Jobstreet by SEEK memperkenalkan dua fitur baru, yakni Personalised Targeting dan Assist. Keduanya terintegrasi dalam satu platform untuk membantu perusahaan menemukan kandidat yang relevan, mengelola tahapan rekrutmen, hingga melakukan proses penyaringan awal dengan dukungan kecerdasan artifisial (AI).

Melalui integrasi tersebut, perekrut dapat menangani berbagai tahapan mulai dari pencarian kandidat, pengelolaan lamaran dan shortlist, pemeriksaan referensi, hingga wawancara awal berbasis suara tanpa harus berpindah platform.

Dorong Transformasi Rekrutmen

Kehadiran kedua fitur tersebut merupakan bagian dari transformasi platform Jobstreet by SEEK yang dilakukan SEEK di delapan negara Asia-Pasifik.

Transformasi dimulai pada 2023 melalui penyatuan platform SEEK secara global. Setahun kemudian, perusahaan memperkenalkan model freemium untuk membuka akses iklan lowongan kerja gratis bagi perusahaan.

Pada 2025, teknologi AI matching dikembangkan untuk meningkatkan pencocokan kandidat. Tahun ini, fokusnya bergeser pada integrasi alur kerja rekrutmen melalui Personalised Targeting dan Assist.

Managing Director - Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan teknologi AI digunakan untuk menangani pekerjaan rutin, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan perekrut.

“Rekrutmen bukan hanya tentang menemukan kandidat, tetapi juga tentang membangun koneksi dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan Personalised Targeting dan Assist, kami mengintegrasikan penargetan kandidat, pengelolaan proses, dan otomatisasi ke dalam satu platform,” ujar Wisnu.

Menurutnya, pengurangan pekerjaan administratif memberikan ruang lebih besar bagi tim rekrutmen untuk memahami kandidat, membangun hubungan, dan mengambil keputusan yang membutuhkan interaksi manusia.

Pelajari Pola Rekrutmen Perusahaan

Personalised Targeting dirancang untuk memahami kebutuhan masing-masing perusahaan berdasarkan data dan pola aktivitas rekrutmen.

Sistem mempelajari sejumlah informasi, seperti preferensi perusahaan, kriteria kandidat, aktivitas pencarian, shortlist, hingga riwayat perekrutan. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membantu perusahaan menjangkau kandidat melalui email, rekomendasi di platform, maupun push notification.

Salah satu kapabilitasnya adalah “Likely Interested”, yang mengidentifikasi kandidat yang belum melamar tetapi menunjukkan sinyal ketertarikan terhadap suatu lowongan.

Sekitar tujuh hari setelah lowongan dipublikasikan, sistem dapat mengidentifikasi kandidat yang menunjukkan minat, misalnya dengan menyimpan lowongan. Jobstreet by SEEK menyebut kandidat dalam kategori tersebut memiliki kemungkinan hingga lima kali lebih besar untuk melamar ketika dihubungi secara proaktif.

Sementara itu, Assist menggunakan pendekatan agentic AI untuk membantu perekrut menentukan langkah berikutnya dalam proses rekrutmen.

Fitur tersebut dapat memberikan rekomendasi tindakan, seperti memasukkan kandidat ke shortlist, memperbaiki informasi lowongan, atau memulai pemeriksaan referensi. Assist juga dapat menyusun shortlist berdasarkan kriteria perusahaan dan memberikan konteks mengenai alasan seorang kandidat dinilai sesuai.

Pada tahap akhir, pemeriksaan referensi dapat dilakukan secara otomatis. Assist menghubungi pemberi referensi atas nama perusahaan, mengumpulkan masukan terstruktur, kemudian menyajikan rangkumannya kepada perekrut.

Kapabilitas lainnya adalah AI Voice Pre-screen, yang memungkinkan wawancara awal berbasis suara mengenai pengalaman, motivasi, ketersediaan, dan pertanyaan yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.

Kandidat dapat menjalani proses tersebut secara fleksibel tanpa harus mencocokkan jadwal secara manual dengan perekrut. Hasilnya kemudian dapat membantu perusahaan melakukan perbandingan kandidat secara lebih konsisten sebelum masuk ke tahap wawancara formal.

Jobstreet by SEEK menegaskan bahwa penggunaan AI ditujukan untuk mendukung pekerjaan perekrut, bukan mengambil alih keputusan. Rekomendasi yang diberikan sistem tetap berada dalam kendali tim HR.

Pengembangan teknologi tersebut juga mengacu pada prinsip AI yang bertanggung jawab, termasuk transparansi, keamanan, akuntabilitas, dan kesempatan yang adil.

“AI yang bersifat umum tidak dirancang khusus untuk menyelesaikan masalah utama dalam rekrutmen. Jobstreet by SEEK memecahkan masalah ini dengan menghadirkan AI yang terintegrasi dan dikembangkan khusus untuk proses rekrutmen,” kata Wisnu.

Dengan Personalised Targeting dan Assist, Jobstreet by SEEK menempatkan data, AI, dan otomasi dalam satu alur kerja rekrutmen. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi aktivitas administratif sekaligus memberi ruang lebih besar bagi perekrut untuk membangun koneksi dengan kandidat dan mengambil keputusan strategis. (mas)