☰
✕

TelkomGroup dan China Unicom jajaki kolaborasi data center hingga AI

JAKARTA (IndoTelko) - TelkomGroup memperluas jejaring kemitraan global dengan menggandeng China Unicom untuk menjajaki pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, dan solusi teknologi bagi pasar Indonesia.

Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama tiga operating company, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), dengan PT China Unicom Indonesia Operations (China Unicom).

Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Senin (21/9), oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno bersama jajaran direksi Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel serta Direktur China Unicom Wu Xu Hua. Acara tersebut turut dihadiri Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.

Melalui skema multilateral, kapabilitas sejumlah entitas TelkomGroup ditempatkan dalam satu kerangka kolaborasi dengan China Unicom. Kerja sama menggunakan prinsip resiprokal sehingga kedua grup dapat saling memanfaatkan infrastruktur, teknologi, dan jaringan ekosistem masing-masing. Ada dua area yang menjadi fokus penjajakan, yaitu solusi dan use case 5G dan konektivitas.

Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur jaringan nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan layanan digital.

“Kolaborasi dengan China Unicom menjadi langkah strategis bagi TelkomGroup untuk memperkuat fondasi jaringan nasional di tengah kebutuhan akan layanan digital yang kian meningkat,” ujar Nanang.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga membuka peluang pertukaran wawasan teknis dan benchmark dengan jaringan global China Unicom untuk mendukung modernisasi infrastruktur digital Indonesia.

Satukan Kapabilitas Lokal dan Jaringan Global

TelkomGroup akan mengombinasikan infrastruktur, basis pelanggan, dan pemahaman terhadap pasar Indonesia dengan pengalaman internasional serta kapabilitas teknologi China Unicom.

China Unicom sendiri memiliki jaringan global yang diklaim menjangkau lebih dari 1,2 miliar pengguna, didukung hampir 5 juta base station 5G dan lebih dari 670.000 kilometer kabel laut.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan kemitraan tersebut dirancang untuk memperluas peluang bisnis sekaligus menghasilkan solusi yang relevan bagi pelanggan dan industri.

“Melalui skema multilateral ini, kami ingin menggabungkan kekuatan TelkomGroup dengan kapabilitas global China Unicom untuk membuka peluang bisnis baru serta menghadirkan nilai yang semakin relevan bagi pelanggan dan industri di Indonesia,” kata Seno.

Dalam implementasinya, Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel akan terlibat sesuai dengan portofolio dan kapabilitas masing-masing. Satu inisiatif dapat melibatkan satu atau lebih entitas TelkomGroup, tergantung pada kebutuhan pelanggan dan karakteristik solusi yang dikembangkan.

Skema tersebut juga membuka peluang pemanfaatan infrastruktur TelkomGroup oleh China Unicom, termasuk fasilitas data center, cloud, dan konektivitas.

Sebaliknya, TelkomGroup dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi dan jaringan global China Unicom untuk mengembangkan solusi sekaligus menjajaki akses ke pelanggan serta pasar internasional.

Masuk Tahap Validasi dan Pendalaman Teknis

Kerja sama ini tidak langsung menetapkan proyek komersial tertentu. Para pihak terlebih dahulu akan melakukan serangkaian tahapan untuk mengidentifikasi peluang yang memiliki nilai bisnis dan kesiapan pasar.

Tahapan tersebut mencakup validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, hingga penjajakan inisiatif bersama.

Setiap peluang selanjutnya akan dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, potensi bisnis, serta peran dan kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.

Dalam hubungan dengan pelanggan di Indonesia, TelkomGroup tetap menjadi pihak utama dalam hubungan komersial. Keterlibatan China Unicom dengan pelanggan TelkomGroup akan dilakukan bersama TelkomGroup sesuai ruang lingkup kerja sama yang disepakati.

Kemitraan tersebut sekaligus memperluas ruang kolaborasi kedua perusahaan dari pola business-to-business konvensional menuju pemanfaatan kapabilitas dan ekosistem masing-masing secara lebih luas, dengan peluang pengembangan layanan digital bagi pelanggan enterprise di Indonesia maupun akses ke pasar global. (mas)