☰
✕

HARMAN gandeng E-Commerce dan aparat berantas JBL palsu

JAKARTA (IndoTelko) - HARMAN International, perusahaan induk JBL, memperluas upaya pemberantasan produk palsu dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di kawasan Asia Pasifik (APAC).

Sepanjang 2025, perusahaan menyebut telah memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal dari berbagai platform marketplace digital utama di kawasan tersebut. Sekitar 300.000 tautan di antaranya teridentifikasi menawarkan produk palsu, sementara sisanya berkaitan dengan pelanggaran HAKI HARMAN.

Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, serta aparat penegak hukum. Selain memantau peredaran produk di kanal digital, HARMAN juga mendukung proses identifikasi, penghapusan, hingga penyitaan barang yang menggunakan merek perusahaan secara ilegal.

General Manager and Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific Grace Koh mengatakan perlindungan merek menjadi semakin penting ketika JBL memasuki usia 80 tahun.

“Produk palsu tidak hanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual kami, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen dari JBL,” ujar Grace.

Penindakan di Sejumlah Negara

Langkah penegakan hukum terus berlanjut pada 2026. Dalam enam bulan pertama tahun ini, sejumlah operasi di pasar APAC menghasilkan penyitaan berbagai produk JBL palsu.

Di Korea Selatan, aparat menyita produk tiruan JBL Flip 6 dalam salah satu operasi. Pada operasi lainnya di negara yang sama, produk palsu JBL Charge 6 juga berhasil diamankan.

Sementara di Thailand, otoritas bea cukai menghentikan peredaran produk yang menggunakan nama fiktif “JBL Max 33”. Operasi lainnya di negara tersebut turut mengamankan produk tiruan JBL Go 4, JBL Clip, serta sejumlah model dari seri headphone JBL Tune.

HARMAN menilai rangkaian penindakan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemilik merek dan aparat di masing-masing negara untuk memutus distribusi barang palsu sebelum mencapai konsumen.

Edukasi Konsumen Jadi Bagian Pencegahan

Selain penindakan, HARMAN memperkuat pendekatan preventif melalui kampanye edukasi anti-barang palsu di media sosial untuk kawasan Asia Pasifik.

Kampanye tersebut memberikan informasi mengenai risiko menggunakan produk tiruan sekaligus mengarahkan konsumen untuk membeli perangkat JBL melalui distributor resmi maupun toko online yang terverifikasi. Konsumen juga diberikan panduan untuk membantu memeriksa keaslian produk sebelum melakukan pembelian.

HARMAN mengingatkan bahwa harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar dan identitas penjual yang tidak jelas dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

Produk JBL asli, menurut perusahaan, menjalani proses pengujian dan pengendalian mutu untuk memenuhi standar performa serta keselamatan. Sebaliknya, produk tiruan berpotensi menggunakan komponen dengan kualitas lebih rendah dan tidak melalui proses quality control yang sama.

Grace mengatakan perbedaan juga terlihat pada integrasi perangkat dengan ekosistem JBL. Produk asli dapat terhubung dengan aplikasi resmi JBL untuk mengatur EQ, menggunakan fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost, serta mengakses berbagai pengaturan perangkat.

“Pengalaman seperti ini tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan, sehingga makin menegaskan pentingnya memilih produk asli untuk mendapatkan pengalaman JBL yang sepenuhnya,” katanya. (mas)