☰
✕

SearchInform perluas bisnis di Indonesia, fokus lindungi data korporasi

JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan keamanan informasi internasional SearchInform memperluas bisnisnya di Asia Tenggara dengan meresmikan kantor baru di Jakarta. Kehadiran kantor permanen ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat layanan dan kemitraan di pasar Indonesia.

Peresmian kantor tersebut dihadiri lebih dari 80 profesional dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk perwakilan integrator sistem, mitra teknologi, penyedia managed security services, serta pelanggan korporasi seperti NEC, Berca, Abhinawa, Visionet, dan Xquisite.

SearchInform membawa portofolio solusi yang mencakup Data Loss Prevention (DLP), Data-Centric Audit and Protection (DCAP), Security Information and Event Management (SIEM), hingga Next-Gen DLP yang dilengkapi AI Assistant.

Founder SearchInform, Lev Matveev mengatakan, pembukaan kantor di Jakarta merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan bisnis di Asia Tenggara.

“Perkembangan ekonomi digital Indonesia yang pesat membuat data perusahaan semakin bernilai, sekaligus semakin rentan terhadap kebocoran, penyalahgunaan, dan berbagai risiko internal lainnya. Penggunaan perangkat berbasis AI yang terus meningkat juga menghadirkan risiko baru,” ujar Matveev.

Menurutnya, kehadiran tim lokal memungkinkan SearchInform memberikan dukungan secara berkelanjutan kepada pelanggan dan mitra, mulai dari konsultasi, pengujian, implementasi hingga penggunaan solusi dalam kegiatan operasional sehari-hari.

SearchInform juga berencana memperluas aktivitas di Indonesia melalui forum industri, dukungan komunikasi bagi mitra, serta program pelatihan bagi praktisi keamanan siber dan keamanan informasi.

Bidik Risiko Internal

Country Director SearchInform Indonesia, Mairi Herman, dalam acara tersebut memaparkan pendekatan perusahaan dalam menghadapi risiko internal yang dapat mengancam keamanan data korporasi.

Selain memperkenalkan portofolio solusi, Herman menjelaskan model kemitraan yang ditawarkan SearchInform dan peluang bagi mitra lokal untuk memanfaatkan teknologi perusahaan dalam memperkuat perlindungan data serta mendukung pemenuhan regulasi.

Kebutuhan tersebut dinilai semakin relevan seiring kompleksitas ancaman siber di Indonesia. Perusahaan kini tidak hanya menghadapi serangan dari luar jaringan, tetapi juga perlu mengantisipasi risiko yang berasal dari akses maupun penyalahgunaan data sensitif di lingkungan internal.

Business Development Manager PT Nalela Karya Persada, Christian Perdana, mengatakan acara tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap solusi keamanan informasi.

“Secara keseluruhan, acara ini memenuhi ekspektasi kami. Kami melihat antusiasme yang kuat dari pasar dan menjalani sejumlah diskusi yang sangat positif dengan calon pelanggan,” kata Christian.

Ia menilai implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) turut mendorong perusahaan meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan dan perlindungan data.

Menurut Christian, organisasi membutuhkan visibilitas dan kontrol yang lebih baik untuk mengetahui bagaimana data sensitif dan data pribadi diakses, digunakan, dibagikan, serta dilindungi.

“Kami melihat peluang ini akan terus berkembang ketika perusahaan mulai bergerak dari sekadar memahami regulasi menuju penerapan langkah-langkah nyata untuk melindungi data mereka dengan lebih baik,” ujarnya.

50 Perusahaan Siap Jajaki Implementasi

Selain sesi presentasi, SearchInform menggelar diskusi individual dengan sejumlah calon mitra pada penghujung acara.

Perusahaan menyebut lebih dari 50 perusahaan menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan solusi SearchInform ke dalam portofolio keamanan siber mereka dan memulai implementasi pilot bersama pelanggan utama.

Pembukaan kantor Jakarta melanjutkan ekspansi SearchInform di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, perusahaan telah membuka kantor di Ho Chi Minh City, Vietnam, dan Kuala Lumpur, Malaysia, pada pertengahan 2026.

Dengan kehadiran di tiga pasar tersebut, SearchInform memperluas basis operasionalnya sekaligus membangun jaringan mitra untuk mendukung kebutuhan perlindungan data dan keamanan informasi di kawasan Asia Tenggara. (mas)