☰
✕

Jobstreet by SEEK hadirkan AI Agent untuk bantu perekrut

JAKARTA (IndoTelko) - Jobstreet by SEEK memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen dengan menghadirkan dua fitur baru, Personalised Targeting dan Assist. Keduanya dirancang untuk membantu perusahaan menemukan kandidat yang lebih relevan sekaligus mengurangi pekerjaan administratif yang selama ini menyita waktu tim perekrutan.

Kedua fitur tersebut terintegrasi dalam satu platform Jobstreet by SEEK, mencakup sejumlah tahapan mulai dari menjangkau kandidat, mengelola lamaran dan shortlist, pemeriksaan referensi, hingga wawancara awal berbasis suara.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi platform Jobstreet by SEEK yang dijalankan SEEK di delapan negara Asia-Pasifik. Perjalanan tersebut dimulai dari penyatuan platform pada 2023, model freemium untuk iklan lowongan pada 2024, penguatan teknologi AI matching pada 2025, hingga integrasi alur kerja rekrutmen pada 2026.

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan AI diarahkan untuk menangani pekerjaan rutin, sementara keputusan dan interaksi dengan kandidat tetap menjadi tanggung jawab perekrut.

“Rekrutmen bukan hanya tentang menemukan kandidat, tetapi juga tentang membangun koneksi dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan Personalised Targeting dan Assist, kami mengintegrasikan penargetan kandidat, pengelolaan proses, dan otomatisasi ke dalam satu platform,” ujar Wisnu.

Target Kandidat Berdasarkan Pola Rekrutmen

Personalised Targeting menggunakan data dan pola aktivitas perusahaan untuk memahami karakter kandidat yang dibutuhkan. Sistem mempertimbangkan sejumlah informasi, antara lain kriteria kandidat, preferensi, aktivitas pencarian, shortlist, serta riwayat perekrutan.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menjangkau kandidat melalui berbagai titik interaksi di platform, termasuk email, rekomendasi, dan push notification. Prosesnya berjalan secara otomatis di latar belakang tanpa membutuhkan konfigurasi rumit dari perekrut.

Salah satu kapabilitasnya adalah indikator “Likely Interested”, yang mengidentifikasi kandidat yang belum melamar tetapi telah menunjukkan sinyal ketertarikan terhadap suatu lowongan, misalnya dengan menyimpan iklan pekerjaan.

Jobstreet by SEEK menyebut kandidat dalam kategori tersebut memiliki kemungkinan hingga lima kali lebih besar untuk melamar ketika dihubungi secara proaktif oleh perusahaan. Indikator ini memungkinkan perekrut memprioritaskan kandidat berdasarkan sinyal ketertarikan yang telah muncul.

Assist Jadi Pendamping Perekrut

Sementara itu, Assist berfungsi sebagai pendamping rekrutmen berbasis agentic AI. Teknologi ini dirancang untuk mengotomatisasi pekerjaan rutin sekaligus memberikan rekomendasi mengenai tindakan yang dapat dilakukan perekrut pada tahap berikutnya.

Assist, antara lain, dapat memberikan rekomendasi untuk memasukkan kandidat ke shortlist, memperbaiki bagian tertentu dari iklan lowongan, atau memulai pemeriksaan referensi.

Fitur ini juga menawarkan smart shortlist yang mengurutkan kandidat berdasarkan kriteria perusahaan. Tidak hanya memberikan skor, Assist menyertakan konteks mengenai alasan seorang kandidat dinilai sesuai dengan kebutuhan posisi.

Pada tahap pemeriksaan referensi, Assist dapat menghubungi pemberi referensi atas nama perusahaan, mengumpulkan masukan terstruktur, kemudian menyajikan hasilnya dalam bentuk ringkasan.

Kemampuan lainnya adalah AI Voice Pre-screen, yang memungkinkan perusahaan melakukan wawancara awal berbasis suara untuk menggali pengalaman, motivasi, ketersediaan, serta informasi terkait posisi yang dilamar.

Kandidat dapat menyelesaikan wawancara tersebut kapan saja melalui perangkat yang tersedia tanpa harus mencocokkan jadwal secara manual dengan perekrut.

Jobstreet by SEEK menilai otomatisasi ini dapat membantu proses penyaringan berlangsung lebih konsisten dan mempercepat kandidat menuju tahapan wawancara berikutnya.

AI untuk Administrasi, Bukan Menggantikan Perekrut

Menurut Jobstreet by SEEK, pengembangan kedua fitur tersebut berangkat dari pendekatan bahwa AI digunakan untuk mengurangi pekerjaan administratif dan repetitif, bukan menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan.

Perekrut tetap memiliki kendali atas keputusan akhir, sementara AI memberikan rekomendasi dan dukungan berdasarkan konteks data yang tersedia.

Wisnu mengatakan pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip AI yang bertanggung jawab, termasuk transparansi, keamanan, akuntabilitas, dan kesempatan yang adil.

“Meskipun AI kini telah diadopsi secara luas di berbagai alur kerja harian, perekrut sering kali menghadapi tantangan khusus yang membutuhkan teknologi spesifik. Jobstreet by SEEK memecahkan masalah ini dengan menghadirkan AI yang terintegrasi dan dikembangkan khusus untuk proses rekrutmen,” kata Wisnu.

Dengan Personalised Targeting dan Assist, Jobstreet by SEEK menempatkan AI bukan hanya sebagai alat pencarian kandidat, tetapi sebagai bagian dari alur kerja rekrutmen dari tahap pencarian hingga penyaringan dan pengambilan keputusan. Pendekatan ini diarahkan agar perekrut dapat mengurangi waktu untuk pekerjaan administratif dan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk memahami kandidat serta membangun hubungan secara langsung. (mas)