☰
✕

Kaspersky bawa riset ancaman siber global ke Bali

JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky Security Analyst Summit (SAS) 2026 akan mempertemukan peneliti dan pakar keamanan siber dari berbagai negara untuk membedah perkembangan ancaman digital terbaru. Digelar pada 2023 Oktober 2026 di InterContinental Bali Resort, konferensi tahunan ke-18 tersebut akan menyoroti spionase siber, eksploitasi kerentanan, ancaman terhadap gamer dan perangkat seluler, hingga keamanan sistem berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Lebih dari 200 peserta dijadwalkan mengikuti SAS 2026. Sejumlah penelitian yang dipresentasikan akan mengungkap kerentanan kritis serta investigasi terhadap serangan siber yang menyasar berbagai ekosistem digital.

Tahun ini Kaspersky mengusung tema “cyber-anarchy” dengan konsep yang menempatkan peserta sebagai komunitas peneliti independen yang berkolaborasi menghadapi lanskap ancaman yang semakin kompleks.

Spionase Siber Makin Canggih

Salah satu fokus konferensi adalah teknik spionase siber yang semakin mampu melewati mekanisme keamanan konvensional.

Peneliti Kaspersky GReAT Georgy Kucherin akan memaparkan penelitian mengenai kampanye bootkitUEFI tingkat rendah yang menyasar entitas diplomatik. Sementara Sojun Ryu akan membahas temuan terkait teknik yang digunakan kelompok Lazarus APT.

Ancaman terhadap perangkat konsumen juga menjadi perhatian. Dmitry Kalinin dari Kaspersky Threat Research akan memaparkan penelitian mengenai kampanye yang menargetkan head unit mobil berbasis Android.

Peneliti keamanan Andy Nguyen akan membahas metode security bypass pada konsol gim yang memungkinkan sistem operasi Linux dijalankan di PlayStation 5. Peneliti independen Victor Pozdovjuga akan mengungkap kerentanan remote code execution pada gim Counter-Strike dan Dota 2 yang berpotensi membuka akses ke komputer pemain.

Ancaman terhadap perangkat berbasis Android dan iOS turut masuk agenda. Alex Turing dari XLab akan membedah botnet Android TV “Kimwolf” dengan kapasitas 31,4 Tbps, sementara Alfie CG dari Cellebrite Labs akan mempresentasikan metode bypass keamanan iOS bernama “Rocket”.

AI Mulai Jadi Target Serangan

Persinggungan AI dan keamanan siber menjadi salah satu topik utama SAS 2026.

Satoki Tsuji dari Ikotas Labs akan mendemonstrasikan rantai serangan remote code execution (RCE) zero-click yang diklaim mampu melewati mekanisme pengamanan pada sistem coding berbasis AI bahkan sebelum large language model (LLM) dijalankan.

Penelitian lain datang dari Dr. Zhiniang Peng dari Huazhong University. Ia akan mempresentasikan sistem pencarian kerentanan otonom berbasis LLM yang mengotomatisasi proses penemuan dan verifikasi lebih dari 100 kerentanan zero-day pada sejumlah distribusi Android yang digunakan produsen smartphone.

Direktur Global Research and Analysis Team Kaspersky Igor Kuznetsov mengatakan perkembangan ancaman digital membutuhkan penguatan teknologi keamanan sekaligus kolaborasi antarpelaku keamanan siber.

“Selama hampir dua dekade, Security Analyst Summit telah menjadi ekosistem utama bagi para pakar intelijen ancaman terkemuka dunia untuk membangun jejaring, menjalin hubungan saling percaya, dan berbagi temuan-temuan penting,” ujar Igor.

13 Tim Berebut Hadiah CTF

Selain sesi penelitian dan pemaparan ancaman siber, SAS 2026 juga menjadi arena final SAS Capture the Flag (CTF) 2026.

Sebanyak 13 tim akan bertanding menggunakan format Attack-Defense. Peserta terdiri dari delapan juara babak kualifikasi profesional SAS CTF dan lima pemenang regional dari turnamen global Kaspersky {CTF} untuk kalangan akademisi dan korporat.

Para peserta akan memperebutkan total hadiah senilai US$18.000 dalam kompetisi keamanan siber yang berlangsung bersamaan dengan rangkaian SAS 2026. (mas)