JAKARTA (IndoTelko) - Adopsi kecerdasan artifisial (AI) membuat perusahaan semakin membutuhkan fondasi data yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat. Namun, keberadaan data yang masih tersebar di berbagai sistem menjadi salah satu tantangan dalam proses transformasi digital.
Data bisnis saat ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari transaksi, pelanggan, operasional, aplikasi hingga kanal digital. Ketika informasi tersebut tersimpan dalam sistem yang terpisah atau data silo, proses mengakses, menggabungkan, dan memvalidasi data menjadi lebih kompleks.
Kondisi itu dapat berdampak pada kecepatan pengembangan aplikasi, pengambilan keputusan, hingga kemampuan perusahaan merespons perubahan kebutuhan pasar.
Director Business Development & Innovation Multipolar Technology Halim Hartono Perdana mengatakan modernisasi data tidak selalu berarti mengganti seluruh sistem yang telah digunakan perusahaan.
“Banyak perusahaan masih mengandalkan sistem yang sudah ada untuk menjalankan proses bisnis yang kritikal. Di saat yang sama, kebutuhan aplikasi modern, real-time experience, dan AI terus berkembang. Tantangannya bukan selalu mengganti sistem lama, tetapi bagaimana menghubungkan apa yang sudah ada dengan apa yang akan datang,” kata Halim.
Modernisasi Bertahap
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong pendekatan modernisasi data secara bertahap melalui solusi MongoDB. Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan tetap mempertahankan sistem legacy yang masih dibutuhkan, sembari membangun fondasi data untuk aplikasi baru dan kebutuhan bisnis yang berkembang.
Strategi tersebut juga ditujukan untuk mengurangi kompleksitas serta risiko yang dapat muncul jika perusahaan melakukan perubahan sistem secara menyeluruh dalam waktu bersamaan.
Menurut Multipolar Technology, fondasi data yang fleksibel dibutuhkan untuk mendukung aplikasi modern, kebutuhan real-time, serta berbagai penggunaan AI.
Kebutuhan tersebut semakin penting ketika AI mulai digunakan dalam proses bisnis. Model AI tidak hanya membutuhkan teknologi komputasi, tetapi juga data yang relevan, konteks yang memadai, serta akses terhadap informasi untuk menghasilkan insight dan mendukung tindakan.
MongoDB memiliki sejumlah kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan aplikasi berbasis AI, termasuk vector search, stream processing, serta pengelolaan beragam jenis data dalam satu platform.
Data dan AI Jadi Agenda Bisnis
Halim menilai modernisasi data kini semakin berkaitan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, bukan hanya agenda teknologi informasi.
“Dengan fondasi data yang lebih siap, perusahaan dapat lebih cepat merespons perubahan pasar, memahami pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, mengelola risiko, dan menciptakan peluang bisnis baru. Inilah mengapa modernisasi data bukan lagi semata-mata agenda IT, melainkan bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan di era AI,” ujarnya.
Melalui pengalaman di bidang solusi data dan AI, Multipolar Technology menyatakan siap membantu perusahaan menentukan strategi modernisasi berdasarkan kondisi sistem, prioritas, serta tujuan bisnis masing-masing.
Kolaborasi dengan MongoDB diarahkan untuk membantu perusahaan membangun fondasi data yang lebih fleksibel, sekaligus menghubungkan sistem yang sudah berjalan dengan kebutuhan aplikasi modern dan perkembangan AI. (mas)