☰
✕

NPU jadi pembeda laptop AI

JAKARTA Laptop dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian dari pasar komputer personal. Kehadiran teknologi ini tidak hanya menawarkan chatbot, tetapi juga membawa sejumlah fungsi AI langsung ke perangkat.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan laptop baru, istilah PC AI mungkin masih membingungkan. Pasalnya, hampir semua laptop modern kini dapat mengakses layanan AI melalui browser. Perbedaannya terletak pada bagaimana sebagian beban kerja AI diproses.

Pada PC AI, pemrosesan tertentu dapat dilakukan langsung di perangkat, tanpa seluruh data harus dikirim ke server cloud. Pendekatan ini memungkinkan sejumlah fungsi berjalan lebih responsif dan pada kondisi tertentu tetap dapat digunakan tanpa koneksi internet.

Salah satu komponen yang menjadi pembeda adalah Neural Processing Unit (NPU). Jika CPU menangani berbagai kebutuhan komputasi umum dan GPU banyak digunakan untuk grafis, NPU dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI.

Keberadaan NPU memungkinkan laptop menjalankan sejumlah tugas AI secara lebih efisien. Dampaknya dapat dirasakan pada fitur seperti peningkatan kualitas gambar kamera saat konferensi video, pengolahan foto, transkripsi, hingga berbagai fungsi pencarian dan produktivitas berbasis AI.

Untuk pengguna yang banyak melakukan rapat online, misalnya, fitur AI dapat membantu melakukan pengaturan latar belakang, koreksi pencahayaan, hingga peningkatan kualitas kamera. Sementara bagi pelajar dan pekerja, AI dapat dimanfaatkan untuk transkripsi, pembuatan ringkasan, maupun membantu proses penulisan.

Di sisi kreatif, teknologi AI juga mulai digunakan untuk meningkatkan resolusi foto, mengurangi noise, mempertajam gambar, serta mempercepat proses pembuatan dan penyuntingan konten.

Namun, kemampuan PC AI tidak berarti seluruh proses AI selalu dilakukan secara lokal. Pengalaman yang tersedia tetap bergantung pada aplikasi, sistem operasi, model AI, serta dukungan pengembang. Sebagian layanan masih membutuhkan koneksi internet dan pemrosesan cloud.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat label “AI PC” pada spesifikasi laptop. Perhatikan pula jenis NPU yang digunakan, kemampuan CPU dan GPU, dukungan aplikasi, serta fitur AI yang benar-benar relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Salah satu platform yang kini mendukung kategori tersebut adalah prosesor AMD Ryzen AI. Prosesor ini menggabungkan CPU, GPU, dan NPU untuk menangani kebutuhan komputasi AI, dengan kemampuan NPU hingga 60 TOPS pada model tertentu.

AMD menyebut prosesor Ryzen AI generasi terbaru menggunakan core CPU “Zen 5” dan “Zen 5c” serta grafis AMD RDNA 3.5. Kombinasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan produktivitas, pembuatan konten, hingga pengembangan aplikasi dengan dukungan akselerasi AI.

Pada akhirnya, kehadiran NPU bukan semata soal mengejar spesifikasi terbaru. Nilai PC AI justru akan terasa ketika kemampuan tersebut benar-benar digunakan untuk mempercepat pekerjaan, membantu aktivitas kreatif, atau membuat berbagai tugas harian menjadi lebih praktis. (mas)