☰
✕

IBM ungkap tren baru pengalaman digital fans

JAKARTA (IndoTelko) - Banyaknya pilihan platform digital untuk menikmati olahraga justru mendorong penggemar mencari pengalaman yang lebih sederhana dan terintegrasi. Temuan IBM menunjukkan hampir separuh penggemar olahraga kini menginginkan satu aplikasi yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mereka.

Dalam IBM Sports Intelligence Report, sebanyak 46% dari lebih 20.000 penggemar olahraga di 12 negara mengaku ekspektasi mereka terhadap pengalaman olahraga digital meningkat dalam satu hingga dua tahun terakhir.

Perubahan perilaku juga terlihat dari cara penggemar menyaksikan pertandingan. Sebanyak 30% responden menjadikan layanan streaming berlangganan sebagai pilihan utama untuk menonton pertandingan secara langsung, sedikit di atas televisi linear yang dipilih 29% responden.

Kemudahan akses menjadi alasan terbesar penggunaan platform digital, yakni 43%, sementara 27% responden memilihnya karena menawarkan konten eksklusif.

Namun, semakin banyaknya layanan juga menimbulkan persoalan baru. Sebanyak 39% responden mengaku kerepotan mengelola berbagai layanan berlangganan untuk mengikuti pertandingan yang mereka inginkan. Persentasenya meningkat menjadi 46% pada kelompok Gen Z.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi platform yang mampu menggabungkan berbagai kebutuhan penggemar dalam satu layanan. Sebanyak 47% responden menyatakan kemungkinan menggunakan satu aplikasi olahraga terpusat, meski hanya 29% yang bersedia membayar untuk layanan tersebut.

Fitur yang paling berpotensi mendorong pelanggan membayar adalah akses siaran langsung premium dan seluruh konten dalam satu platform, masing-masing dipilih 61% responden. Konten eksklusif dan pengalaman tanpa iklan menyusul dengan masing-masing 58%.

Vice President, Sports and Entertainment Partnerships IBM Kameryn Stanhouse mengatakan penggemar semakin mengharapkan pengalaman digital yang konsisten dan tidak terfragmentasi.

“Penggemar olahraga menginginkan pengalaman digital yang konsisten dan terintegrasi, yang menyatukan seluruh kebutuhan mereka dalam satu platform sehingga tidak perlu berpindah-pindah di antara berbagai aplikasi,” ujarnya.

AI Makin Digunakan

Kecerdasan buatan (AI) juga semakin masuk ke dalam pengalaman penggemar olahraga. Tingkat penggunaan AI dalam survei meningkat dari 52% menjadi 69% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, kepercayaan terhadap konten olahraga yang dihasilkan AI justru turun dari 63% menjadi 59%. Faktor akurasi menjadi kunci. Sebanyak 44% responden lebih memprioritaskan informasi yang akurat dibandingkan kecepatan, yang hanya dipilih 23%.

Menariknya, pengalaman menggunakan AI turut memengaruhi tingkat kepercayaan. Sebanyak 74% responden yang sudah menggunakan AI percaya terhadap konten olahraga berbasis AI, jauh lebih tinggi dibandingkan 27% dari responden yang belum menggunakan AI.

Aplikasi olahraga sendiri telah menjadi bagian penting dari perilaku digital penggemar. Sebanyak 72% responden menggunakan aplikasi olahraga, sementara 74% mempercayai aplikasi dan platform digital sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat diandalkan.

Selain informasi, aplikasi juga mulai menjadi kanal transaksi. Dalam setahun terakhir, 33% pengguna aplikasi olahraga membeli tiket melalui aplikasi, 30% memesan makanan atau minuman saat menghadiri pertandingan, dan 29% membeli merchandise.

Survei yang dilakukan Morning Consult atas inisiatif IBM pada Juni 2026 ini melibatkan 20.589 penggemar olahraga berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, India, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Meksiko, dan Brasil.

Temuan lainnya menunjukkan 75% responden memperkirakan kebiasaan mereka menonton olahraga akan berubah dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Di kelompok Gen Z angkanya bahkan mencapai 89%.

Sementara itu, hampir separuh responden mengikuti kreator olahraga. Pengaruh mereka juga meluas ke luar olahraga, dengan 70% responden menyebut kreator olahraga turut membentuk opini atau meningkatkan perhatian terhadap fesyen, musik, dan teknologi. (mas)