☰
✕

Midea perkuat investasi manufaktur di Indonesia

JAKARTA (IndoTelko) - Midea Electronics Indonesia memperkuat pijakan manufakturnya di Indonesia setelah mencatatkan produksi 3 juta unit sekaligus meresmikan fasilitas pabrik baru di Cikarang, Jawa Barat.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari ekspansi investasi Midea sejak 2023 untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur untuk memenuhi kebutuhan pasar regional dan global.

Peresmian pabrik berlangsung di fasilitas Residential Air Conditioner (AC) Midea Electronics Indonesia, Cikarang, Rabu (9/9). Kegiatan juga diisi dengan tur fasilitas produksi serta seremoni penguatan kapasitas manufaktur.

President Director Midea Electronics Indonesia, Jack Ding, mengatakan pencapaian 3 juta unit menjadi tonggak penting bagi perkembangan bisnis manufaktur perusahaan di Indonesia.

“Pencapaian 3 juta unit merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur Midea di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi, memperkuat produksi lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur Indonesia,” ujarnya.

Fasilitas Residential AC Midea di Cikarang berdiri di atas lahan seluas 51.405 meter persegi. Luas bangunan fasilitas tersebut akan dikembangkan dari sekitar 13.000 meter persegi menjadi 43.000 meter persegi untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi.

Ekspansi juga dilakukan pada kategori produk lainnya. Pada 2024, Midea mengembangkan produksi Twin Tub Washing Machine di fasilitas seluas 17.000 meter persegi yang selanjutnya akan diperluas untuk produksi mesin cuci kategori Top Loading.

Sementara itu, fasilitas refrigerator Midea di Karawang berdiri di atas lahan lebih dari 150.000 meter persegi. Pabrik tersebut disiapkan untuk memproduksi sejumlah kategori refrigerator, mulai dari side-by-side, double door, single door, hingga chest freezer.

Dorong Indonesia Jadi Basis Produksi

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengapresiasi peningkatan investasi dan kapasitas produksi Midea di Indonesia.

Menurutnya, ekspansi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kapasitas industri elektronika nasional dalam melayani pasar domestik maupun ekspor.

“Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kapasitas manufaktur elektronika di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” kata Faisol.

Hingga 2026, produk Midea Electronics Indonesia disebut telah diekspor sekitar 2 juta unit ke sejumlah negara di kawasan ASEAN dan Amerika Utara.

Pemerintah berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan produksi global Midea. Indonesia tidak hanya diharapkan menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi strategis untuk melayani kebutuhan regional dan internasional.

Faisol menambahkan pemerintah akan terus mendorong iklim usaha yang kondusif melalui sejumlah instrumen kebijakan, termasuk penerapan SNI wajib dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

President Residential Air Conditioner PT Jaya Refrigeration Equipment, Ma Kai, menegaskan Midea akan melanjutkan investasi sekaligus meningkatkan keterlibatan pemasok dalam negeri.

“Kami akan terus memperkuat investasi dan produksi lokal, meningkatkan penggunaan pemasok dalam negeri, serta menjalankan operasional yang aman, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menilai ekspansi manufaktur seperti yang dilakukan Midea dapat memberikan nilai tambah bagi industri nasional.

“Ekspansi investasi seperti ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk yang diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.

Dengan ekspansi fasilitas AC, mesin cuci, dan refrigerator, Midea menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk elektronik rumah tangga, tetapi juga semakin berperan sebagai basis produksi untuk pasar global. (Tep)