JAKARTA (IndoTelko) - XipLink Inc. mengantongi pesanan senilai lebih dari US$1 juta dari salah satu pelanggan sektor pertahanan utama di Asia untuk solusi optimasi jaringan dan konektivitas multi-orbit.
Pesanan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kinerja aplikasi, ketahanan jaringan, dan efisiensi pemanfaatan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang menopang operasi pelanggan yang bersifat kritis.
Solusi XipLink dirancang untuk lingkungan yang memiliki kondisi jaringan berat dan berubah-ubah. Teknologi tersebut menggabungkan optimasi jaringan, intelligent load balancing, adaptive Quality of Service (QoS), serta pemantauan kondisi jalur secara real-time untuk mengatur lalu lintas data sesuai kapasitas yang tersedia.
Sistem dapat menyesuaikan pengelolaan trafik berdasarkan perubahan kondisi jaringan dan karakteristik lalu lintas. Pendekatan tersebut memungkinkan pelanggan memanfaatkan kapasitas komunikasi secara lebih efisien sekaligus menjaga ketahanan koneksi.
XipLink juga mendukung arsitektur jaringan Layer 2 dan Layer 3 sehingga dapat diterapkan pada beragam infrastruktur komunikasi. Teknologi tersebut dapat beroperasi bersama infrastruktur enkripsi yang sudah dimiliki pelanggan tanpa mengharuskan penggantian sistem enkripsi.
Salah satu kemampuan utama solusi ini adalah akselerasi TCP berbasis standar melalui Space Communications Protocol Standards (SCPS). XipLink menyebut perusahaan turut berkontribusi dalam pengembangan dan standardisasi SCPS untuk meningkatkan kinerja TCP pada jalur komunikasi dengan kondisi menantang.
Pelanggan pertahanan tersebut telah menggunakan perangkat lunak XipOS selama lebih dari satu dekade tanpa mengalami downtime kritis. Pengalaman tersebut kemudian membuka peluang perluasan penggunaan teknologi XipLink ke jaringan lainnya.
“Organisasi pertahanan semakin bergantung pada jaringan komunikasi berkecepatan tinggi yang harus bekerja secara andal dalam kondisi yang menantang dan terus berubah,” kata CEO XipLink Jack Waters.
Menurutnya, pesanan tersebut menunjukkan kemampuan XipLink menggabungkan optimasi jaringan, load balancing, adaptive QoS, dan kecerdasan kondisi jaringan secara real-time untuk memaksimalkan kinerja jaringan yang mendukung operasi kritis.
Dukungan terhadap arsitektur Layer 2 dan Layer 3 serta kemampuan beroperasi bersama sistem enkripsi pelanggan, lanjut Waters, memberikan fleksibilitas untuk kebutuhan komunikasi sektor pertahanan yang kompleks.
Pesanan terbaru itu memperluas penggunaan teknologi XipLink di sektor pertahanan sekaligus menunjukkan meningkatnya kebutuhan terhadap optimasi jaringan pada lingkungan komunikasi yang menuntut kinerja, interoperabilitas, ketahanan, dan efisiensi operasional. (ak)