☰
✕

AWS buka program cloud dan AI untuk mahasiswa

JAKARTA (IndoTelko) - Amazon Web Services (AWS) menyiapkan sumber daya senilai lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,8 triliun untuk pengembangan keterampilan cloud dan kecerdasan buatan (AI) bagi mahasiswa di seluruh dunia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Student Rewards di AWS Builder Center. Program ini memberikan mahasiswa perguruan tinggi yang telah terverifikasi akses ke kredit AWS, pelatihan premium selama 12 bulan, serta voucher ujian AWS Certification Foundational.

Vice President of Global Education and Local Government AWS, Kim Majerus, mengatakan investasi tersebut ditujukan agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami mengalokasikan lebih dari US$500 juta untuk mendukung talenta generasi mendatang di bidang cloud dan AI,” ujar Kim.

Mahasiswa berusia minimal 18 tahun yang memverifikasi status akademiknya melalui SheerID dan melengkapi profil di AWS Builder Center akan memperoleh akses AWS Skill Builder Premium selama 12 bulan.

Layanan tersebut mencakup lebih dari 900 kursus, hands-on labs, materi persiapan sertifikasi, hingga pembelajaran berbasis gim.

Selain pelatihan, mahasiswa dapat mengumpulkan lencana melalui berbagai aktivitas di Builder Center, seperti menerbitkan artikel, memberikan komentar, dan menjaga keterlibatan di komunitas. Lencana tersebut dapat ditukarkan dengan hadiah tambahan.

Total manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa mencapai US$579 atau sekitar Rp10,2 juta. Nilainya mencakup akses Skill Builder Premium selama 12 bulan senilai US$449, kredit AWS hingga US$30, serta voucher ujian AWS Foundational Certification senilai US$100.

Head of AWS Builder Center, Rick Suttles, mengatakan pengalaman membangun proyek secara langsung menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran teknologi cloud dan AI.

“Kami percaya bahwa cara terbaik untuk mempelajari cloud dan AI adalah dengan membangun sesuatu,” katanya.

AWS Builder Center sendiri merupakan komunitas bagi pengembang yang menyediakan akses ke workshop, artikel, proyek, profil publik, serta ruang komunitas berdasarkan topik dan wilayah.

Mahasiswa juga dapat bergabung dalam AWS Student Builder Groups, komunitas yang dipimpin mahasiswa dan telah hadir di berbagai universitas di lebih dari 60 negara. Melalui komunitas ini, mahasiswa dapat mengembangkan proyek dan mempelajari teknologi cloud bersama rekan sebaya.

Di Indonesia, AWS menyebut telah melatih lebih dari 1,3 juta orang sejak 2017 melalui berbagai program pengembangan talenta digital. Program tersebut mencakup AWS Educate, AWS Academy, AWS Skill Builder, AWS re/Start, serta sejumlah inisiatif lokal.

Tahun ini, AWS juga menjalankan IndonesiapandAI, kursus gratis mengenai cloud dan AI generatif dalam bahasa Indonesia, serta MAIN (Mastering AI for Nation-building), program akselerasi karier selama lima bulan yang berfokus pada keterampilan AI praktis dan kesiapan kerja.

Berbagai inisiatif tersebut mendukung target Indonesia untuk memiliki 12 juta pekerja digital pada 2030.

Melalui Student Rewards, AWS ingin menjadikan aktivitas belajar dan keterlibatan mahasiswa di komunitas teknologi sebagai kredensial yang dapat mendukung mereka memasuki dunia kerja di bidang cloud dan AI. (mas)