☰
✕

Telkomsel bawa pemasaran digital ke warung

JAKARTA (IndoTelko) - Solusi pemasaran berbasis data Telkomsel Enterprise, DigiAds, mencatatkan hasil terukur dalam kampanye bersama Rinso. Implementasi yang memadukan komunikasi digital dan jaringan warung DigiPOS itu menjangkau lebih dari 20.000 konsumen serta berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan General Trade Rinso sebesar 27% di Jawa Barat.

Kampanye tersebut mengintegrasikan DigiAds dengan Rich Communication Services (RCS), jaringan DigiPOS, serta sistem pengukuran closed-loop. Pendekatan ini memungkinkan aktivitas pemasaran ditelusuri hingga menghasilkan aksi konsumen di titik penjualan.

Dalam implementasinya, Telkomsel Enterprise memanfaatkan first-party audience insight, data lokasi, perilaku, dan afinitas kategori untuk menentukan target konsumen. Konsumen terpilih kemudian menerima undangan melalui RCS untuk mencoba sampel Rinso di warung yang tergabung dalam ekosistem DigiPOS.

VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan bisnis yang lebih nyata dan terukur.

“Fokus kami bukan hanya menjangkau audiens, tetapi berkolaborasi menciptakan dampak bisnis terukur. Kali ini, kami membantu Rinso menembus pasar tradisional di Jawa Barat dengan mengubah warung menjadi etalase digital,” ujar Mia.

Melalui kampanye tersebut, lebih dari 20.000 konsumen tercatat mencoba produk Rinso. Telkomsel menyebut tingkat purchase intent konsumen yang mencoba sampel mencapai 100%.

Efisiensi kampanye juga tercermin dari biaya akuisisi pelanggan atau Cost Per Acquisition (CPA) yang diklaim 29% lebih rendah dibandingkan benchmark kampanye FMCG sejenis.

Kolaborasi ini sekaligus menjawab tantangan distribusi di pasar tradisional. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan potensi pertumbuhan besar bagi Rinso, meski ketersediaan produk di sejumlah titik pasar tradisional belum merata.

Melalui DigiAds dan ekosistem DigiPOS, Telkomsel Enterprise menghubungkan data, komunikasi digital, hingga warung sebagai titik aktivasi. Model ini membuat brand tidak hanya mengukur impresi dan engagement, tetapi juga dapat melihat dampak kampanye hingga ke aksi konsumen dan konversi.

Bagi Telkomsel Enterprise, implementasi tersebut memperkuat pengembangan solusi digital bagi pelaku usaha yang membutuhkan strategi pemasaran lebih terarah, sekaligus mampu mengukur hasil investasi pemasaran secara lebih nyata. (mas)