☰
✕

Meta kenalkan Muse, Agen AI yang bisa kerja mandiri

JAKARTA (IndoTelko) - Meta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan artifisial (AI) personal yang dirancang untuk tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi menjalankan berbagai tugas atas perintah pengguna secara mandiri.

Muse dikembangkan agar dapat digunakan seperti mengirim pesan kepada seseorang. Pengguna bisa berinteraksi melalui aplikasi Muse maupun WhatsApp, kemudian memberikan instruksi mengenai pekerjaan yang ingin diselesaikan.

Di balik kemampuan tersebut, Muse ditenagai Muse Spark, model AI Meta yang dirancang khusus untuk menjalankan pekerjaan berbasis agen di dunia nyata.

Muse dapat melakukan berbagai tugas mulai dari mengirim email, memesan perjalanan, membuka browser dan mengisi formulir, hingga membantu pengguna mencapai target yang lebih kompleks. Pengguna cukup menyampaikan tujuan, sementara Muse dapat menyusun rencana, mengatur waktu dan sumber daya, lalu menjalankan pekerjaan tersebut.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu panjang, Muse tetap dapat bekerja meski aplikasi ditutup. Agen akan kembali menghubungi pengguna ketika membutuhkan persetujuan, terutama untuk tindakan sensitif seperti mengirim email atau melakukan pembelian.

Kemampuan Muse juga mencakup pengelolaan aktivitas sehari-hari. Agen tersebut dapat mengubah resep yang disimpan pengguna di Instagram menjadi daftar belanja, menyusun rekomendasi menu, hingga mempertimbangkan pantangan makanan ketika membantu menyiapkan acara.

Dikawal Sistem Keamanan Khusus

Meta membangun Muse Secure VM, sebuah lingkungan virtual khusus untuk menjalankan agen sekaligus menyimpan data dan kredensial pengguna.

Muse ditempatkan pada komputer khusus di cloud yang terisolasi dari agen lain. Sistem tersebut juga dilengkapi Sentinel, agen keamanan yang bekerja secara terpisah dan bertugas mengontrol akses Muse ke internet.

Setiap tindakan sensitif tetap membutuhkan persetujuan pengguna. Muse juga menyediakan riwayat aktivitas sehingga pengguna dapat mengetahui tindakan yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan.

Pengguna memiliki kendali terhadap aplikasi yang terhubung dan tingkat akses yang diberikan. Untuk email, misalnya, pengguna dapat menentukan apakah Muse hanya boleh membaca pesan atau juga mengirim email atas nama mereka.

Meta juga menegaskan bahwa Muse tidak dapat melihat langsung kata sandi maupun informasi pembayaran. Kredensial disimpan pada penyimpanan aman sehingga dapat digunakan agen tanpa harus mengetahui isinya.

Dalam transaksi online, Muse dapat melakukan pembayaran menggunakan Link dari Stripe. Sistem ini dapat menghasilkan kartu sekali pakai agar informasi kartu utama pengguna tetap tersembunyi.

Meta juga menyiapkan dukungan Shop Pay dan integrasi 1Password untuk memperluas kemampuan transaksi dan penggunaan kredensial.

Menjelang akhir 2026, Meta berencana menghadirkan Muse Confidential VM. Dalam sistem ini, seluruh VM beserta data dan percakapan pengguna akan dienkripsi menggunakan kunci yang hanya dimiliki pengguna, sehingga Meta sendiri tidak dapat mengaksesnya.

Muse juga dilengkapi kemampuan memori. Agen dapat mengingat informasi penting yang pernah disampaikan pengguna untuk memberikan rekomendasi lebih personal. Namun, pengguna tetap dapat meminta Muse menghapus atau “melupakan” informasi tertentu.

Meta mulai menggulirkan Muse secara bertahap di Amerika Serikat untuk perangkat iOS dan Android serta melalui muse.ai. Layanan tersebut juga direncanakan hadir pada kacamata AI Meta.

Sebagian besar fitur Muse tersedia secara gratis, sementara Meta menyiapkan paket berlangganan untuk pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih lanjut.

Bagi Meta, Muse merupakan langkah awal menuju konsep personal superintelligence—AI yang bukan hanya memberikan informasi, tetapi mengambil alih sebagian pekerjaan pengguna sehingga mereka dapat lebih fokus pada aktivitas yang dianggap penting. (mas)