☰
✕

Magnifique bahas masa depan media di Era AI

JAKARTA (IndoTelko) - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, bekerja, hingga menghasilkan karya. Di tengah perubahan tersebut, Magnifique Group mengangkat isu relevansi media, kreativitas, dan kepercayaan publik melalui dua sesi IdeaTalk di IdeaFest 2026.

Sebagai partner PR IdeaFest selama enam tahun, Magnifique menghadirkan diskusi bertajuk “ReHumanizing Journalism: What Makes Media Matter in the Age of AI?” dan “In AI We Trust? Rethinking Strategy, Connection, and Creativity in the Age of AI”.

Sesi pertama membahas tantangan media ketika AI mampu menghasilkan, merangkum, dan mendistribusikan informasi dalam hitungan detik. Diskusi dipandu Associate Director Magnifique Group, Jaka Darwis, bersama empat pemimpin media, yakni Antonius Tomy Trinugroho dari Kompas Daily/Kompas.id, Mahardi Eka Putra dari KapanLagi.com, Sena Achari dari Detikcom, dan Uni Lubis dari IDN Times.

Pembahasan diarahkan pada pertanyaan mengenai alasan publik masih membutuhkan media profesional ketika AI semakin mudah digunakan untuk memperoleh jawaban dan informasi.

Menurut Magnifique, peran media ke depan tidak cukup hanya menjadi pihak yang paling cepat menyampaikan berita. Media dituntut memberikan konteks, melakukan verifikasi, menentukan relevansi informasi, sekaligus menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.

AI dinilai dapat membantu proses jurnalistik, tetapi keputusan yang menyangkut etika, empati, perspektif, dan storytelling tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

Sementara sesi kedua memperluas pembahasan ke industri kreatif. Dipandu PR Lead Magnifique Group, Ayu Kartika, diskusi menghadirkan Edward Halim, Shahnaz Soehartono, dan Nia Dinata.

Ketiganya membahas perubahan proses kreatif ketika AI mulai digunakan bukan sekadar sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sumber informasi, pemberi rekomendasi, hingga thinking partner.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah AI akan menjadi “otoritas baru” yang menentukan cara manusia berpikir dan mengambil keputusan.

Magnifique menilai penggunaan AI seharusnya tidak menghilangkan peran manusia. Teknologi dapat menjadi partner untuk mengeksplorasi ide dan mempercepat proses, namun keputusan akhir tetap membutuhkan perspektif, pengalaman, dan penilaian manusia.

Melalui dua sesi tersebut, Magnifique menekankan bahwa semakin kuat peran AI, semakin penting pula kemampuan manusia dalam berpikir kritis, memahami konteks, membangun kredibilitas, serta menciptakan koneksi yang autentik.

Sebagai 360° creative and visual communication agency yang mencakup PR, creative, digital, dan brand activation, Magnifique Group menilai perkembangan AI bukan hanya persoalan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan komunikasi yang tetap relevan dan berpusat pada manusia.

Keterlibatan Magnifique di IdeaFest 2026 sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif media, komunikasi, dan industri kreatif dalam menghadapi perubahan yang dibawa AI. (mas)