☰
✕

Lintasarta beri akses khusus Cloud, GPU dan LLM

JAKARTA (IndoTelko) - Lintasarta memanfaatkan momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 untuk mempercepat pemanfaatan teknologi AI dan cloud di kalangan pelanggan. Perusahaan TIK bagian dari Grup Indosat Ooredoo Hutchison ini menawarkan sejumlah program khusus untuk layanan Cloud, GPU, dan Large Language Model (LLM).

Melalui program tersebut, pelanggan dapat memperoleh layanan Cloud dan GPU selama 12 bulan dengan skema pembayaran delapan bulan. Lintasarta juga menawarkan harga khusus untuk layanan LLM guna memberi ruang bagi pelanggan mengeksplorasi teknologi AI generatif dengan investasi yang lebih efisien.

Tak hanya akses teknologi, Lintasarta turut memberikan layanan Free Trial AI PenTest dengan metode Black Box. Program yang dibatasi untuk 15 pelanggan existing pertama ini memungkinkan pengujian satu URL untuk mengidentifikasi potensi kerentanan pada aplikasi atau solusi digital pelanggan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan program tersebut dirancang agar apresiasi kepada pelanggan memiliki manfaat langsung terhadap kebutuhan bisnis.

“Kami ingin Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk memberikan manfaat yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pelanggan. Saat ini, AI dan cloud semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis,” ujar Armand.

Menurutnya, pelanggan membutuhkan fleksibilitas untuk mencoba teknologi baru sebelum mengimplementasikannya secara lebih luas.

Selain program apresiasi, Lintasarta terus memperkuat konsep Intelligent Core dengan mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C).

Integrasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan fondasi digital yang lebih menyeluruh, mulai dari konektivitas, infrastruktur cloud, keamanan siber hingga pemanfaatan AI.

Lintasarta juga melihat kebutuhan terhadap sovereign AI akan semakin penting seiring meningkatnya penggunaan AI dalam bisnis. Perusahaan menilai implementasi AI tidak hanya dituntut semakin canggih, tetapi juga harus aman dan mampu menjaga kedaulatan data.

“Bagi kami, masa depan AI bukan hanya mengenai seberapa canggih teknologinya, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara aman, relevan, dan memberikan nilai nyata bagi bisnis,” jelas Armand.

Program Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi bagian dari strategi Lintasarta untuk menurunkan hambatan pelanggan dalam mencoba teknologi baru. Akses cloud, GPU, LLM, maupun pengujian keamanan diharapkan membantu pelanggan menemukan use case yang paling sesuai sebelum melakukan implementasi dalam skala lebih besar.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri ICT Indonesia, Lintasarta terus mengembangkan kapabilitas cloud, AI, cybersecurity, dan infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan transformasi berbagai sektor industri.

Melalui pendekatan tersebut, Lintasarta ingin menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai infrastruktur, tetapi sebagai pengungkit efisiensi, inovasi, dan pertumbuhan bisnis pelanggan. (mas)