☰
✕

Fortinet akuisisi Virtue AI, perkuat keamanan Agentic AI

JAKARTA (IndoTelko) Fortinet memperluas portofolio keamanan berbasis artificial intelligence (AI) melalui akuisisi Virtue AI, perusahaan yang mengembangkan teknologi perlindungan AI saat runtime, validasi otomatis, dan keamanan untuk sistem AI otonom.

Transaksi ini menjadi bagian dari strategi Security for AI Fortinet untuk menjawab meningkatnya penggunaan aplikasi AI dan autonomous agents di lingkungan enterprise.

Fortinet melihat perkembangan agentic AI membuat risiko keamanan tidak lagi terbatas pada jaringan, endpoint, aplikasi maupun cloud. Permukaan serangan kini mencakup prompt, model, AI agent, tools berbasis Model Context Protocol (MCP), API hingga infrastruktur AI.

Akuisisi Virtue AI akan memperluas kemampuan Fortinet dalam mengamankan sistem AI sejak tahap pengembangan hingga digunakan di lingkungan produksi.

Salah satu teknologi yang dibawa Virtue AI adalah Guardian Agent, yang memungkinkan organisasi menguji dan memantau perilaku AI agent sekaligus mendeteksi potensi ancaman sebelum berdampak terhadap sistem.

Kemampuannya mencakup automated red-teaming untuk menguji autonomous agents di berbagai lingkungan, pemantauan agent dan AI tools, pemindaian MCP tools serta source code, hingga pemblokiran tool call yang dinilai berbahaya.

Virtue AI juga menghadirkan validasi keamanan secara berkelanjutan. Sistem dapat mengidentifikasi risiko baru ketika model maupun kebijakan AI diperbarui serta menghasilkan dokumentasi untuk kebutuhan audit dan kepatuhan.

Di sisi runtime, teknologi tersebut menyediakan guardrail yang dapat dikonfigurasi untuk mengawasi konten berupa teks, gambar, video, audio hingga kode yang dihasilkan AI. Mekanisme ini ditujukan untuk mencegah kebocoran data sensitif, jailbreak, konten berbahaya maupun kode yang rentan masuk ke sistem downstream.

Founder, Chairman of the Board, sekaligus CEO Fortinet, Ken Xie, mengatakan perkembangan AI di lingkungan enterprise harus diikuti dengan kemampuan keamanan yang sama cepatnya.

“Teknologi Virtue AI akan memajukan visi kami mengenai continuous AI assurance,” ujarnya.

Sebelumnya, Fortinet telah memperkenalkan FortiAIGate untuk melindungi large language models (LLM) dari sejumlah ancaman, termasuk prompt injection, data leakage, model poisoning dan penyalahgunaan sumber daya.

Dengan masuknya Virtue AI, Fortinet mengintegrasikan perlindungan tersebut dengan kemampuan keamanan AI di tingkat model, aplikasi dan autonomous agent. Integrasi ini juga akan diperkuat threat intelligence dari FortiGuard Labs serta enforcement keamanan yang terkoordinasi.

Fortinet mengutip proyeksi Gartner yang memperkirakan pasar keamanan ekosistem AI dan AI agents akan meningkat dari US$2,8 miliar pada 2026 menjadi US$16,4 miliar pada 2030.

Nilai transaksi akuisisi Virtue AI tidak diungkapkan. Fortinet menyatakan nilai yang dibayarkan dalam transaksi tersebut tidak material terhadap bisnis perusahaan. (mas)